PURWOKERTO.SUARA.COM - Kelanjutan penyelidikan tragedi kanjuruhan terus berlangsung. Terbaru proses autopsi dana ekshumasi dua jenazah korban tragedi Kanjuruhan di TPU Dusun Pathuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang berhasil diselesaikan dalam waktu kurang lebih selama tujuh jam.
Dua jenazah itu yakni NDR (16) dan NDA (13), anak dari seorang ayah inisial DA (41). Tim dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) yang berperan dalam berlangsungnya proses autopsi.
dr. Nabil Bahasuan Ketua PDFI Wilayah Jawa Timur menyampaikan jika timnya sudah melakukan pemeriksaan luar, pemeriksaan dalam, dan pemeriksaan peninjauan kepada dua korban selama autopsi berlangsung.
“Alhamdulillah Tim PDFI Jatim bisa menyelesaikan ekshumasi dan autopsi,” tuturnya pada Sabtu (5/11/2022) dikutip Antara.
Nabil mengungkap proses autopsi ini cukup yang lama. Dimulai pukul 09.00 WIB hingga 15.50 WIB. Hal itu kata dia, karena proses penggalian yang memakan waktu.
“Memang agak lama tadi karena terkendala makamnya penggaliannya,” ucapnya.
Nabil menyebut, selama proses autopsi jenazah korban diketahui sudah dalam kondisi membusuk. Dia menjelaskan jika hal itu wajar karena korban sudah dimakamkan selama sebulan lebih.
Usai proses autopsi, Nabil mengatakan ada pengambilan sample dari korban yang akan diperiksa di laboratorium yang independen untuk mendapat hasil objektif.
“Diperiksa di lab independen paling lama delapan minggu. Bisa lebih cepat kan kami range-nya yang paling jauh tergantung pemeriksaannya nanti,” ujarnya.
Baca Juga: Cara Menerjemahkan di Telegram, Tanpa Aplikasi Tambahan
Selain itu, Nabil enggan mengungkap kondisi atau luka yang ada pada korban. Dia menjelaskan bahwa hal itu akan dituangkan dalam laporan visum.
“Itu rahasia kedokteran, nanti akan kami jawab melaui laporan visum. Sekarang saya minta doa masyarakat kepada tim PDFI Jatim untuk bisa memberikan laporan hasil autopsi tadi,” pungkasnya.*(ANIK AS)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Update Kasus Lesti Kejora vs Yoni Dores, Rizky Billar Datangi Polda Metro Jaya
-
Ngeri! Relawan Kemanusiaan Asal Jogja di Aceh Kena Teror, Dikirimi Bangkai Anjing Tanpa Kepala
-
Realita Buruh dan Nasib Kelas Pekerja dalam Novel Lelaki Malang, Kenapa Lagi?
-
Motif Terkuak, Hirarki Barak Picu Penganiayaan yang Tewaskan Bripda Dirja di Sulsel
-
Persija Nyaris Terpeleset di Ternate, Mauricio Souza Soroti Momen Krusial
-
Prediksi Formasi Timnas Indonesia Pilihan John Herdman di FIFA Series 2026 Meski 6 Pemain Dicoret
-
Menkes Budi: Iuran BPJS Naik 2026 Tidak Lebih Mahal dari Beli Rokok, Warga Miskin Aman
-
Berapa Gaji Arya Iwantoro di Inggris? Setuju Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya
-
6 Pemain Ini Pasti Dicoret John Herdman Jelang FIFA Series 2026