PURWOKERTO.SUARA.COM, "Kemesraan" Jokowi dan Prabowo Subianto menjadi sorotan publik. Ada yang menyebut Jokowi sedang memberikan kode kepada sosok Menteri Pertahanan (Menhan) itu untuk maju nyapres.
Jokowi sempat menyinggung soal restu ke Prabowo. Pernyataan Jokowi itu ditafsirkan Gerindra sebagai restu untuk nyapres.
"Sudah sejak awal. Kok restu-restu? Sejak awal saya sampaikan mendukung beliau (Prabowo)," ujar Jokowi kepada wartawan usai menyambangi sang Menhan di acara Indodefence Expo di Jakarta, Rabu (2/11/2022), dikutip dari suara.com.
Dalam kesempatan beda, Jokowi bahkan terang-terangan memberikan sinyal kemenangan Pilpres bagi Prabowo setelah periodenya berakhir.
"Dua kali di pilpres juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," ujar Jokowi di acara puncak peringatan HUT Perindo di Jakarta, Senin (7/11/2022).
Pujian ke Tokoh dan Partai Lain
Namun Gerindra tak boleh besar kepala dulu. Rupanya Jokowi memberikan pujian ke partai maupun tokoh lain juga yang berpotensi maju dalam Pilpres 2024.
Pada kegiatan HUT Perindo misalnya, Jokowi terang-terangan mengagumi elektabilitas partai Perindo yang tergolong muda.
"Saya melihat terakhir survei Litbang Kompas, Perindo dapat gede banget loh 4,5 persen. Hati-hati, sudah 4,5 persen, saya cek lagi saya detail lagi sudah mengalahkan tiga partai yang ada di parlemen," ucap Jokowi memberikan pujian ke Perindo dalam acara HUT tersebut.
Baca Juga: Ini Caranya Beli Tiket Bioskop di CGV Persiapan nonton film NCT Dream The Movie: In A Dream
Jokowi bahkan mewanti-wanti partai- partai besar agar berhati-hati dengan kehadiran Perindo yang terus membesar.
"Hati-hati partai yang lain. Hati-hati partai yang lain. Partai yang gede-gede juga hati-hati. Jangan-jangan ketarik ke Perindo semuanya. PDI hati-hati Pak Hasto. Golkar hati-hati Pak Sekjen Lodewijk hati-hati. Juga hati-hati Pak Prabowo. Tarik semua ke Perindo nanti jangan-jangan," ujar Jokowi mewanti-wanti.
Selain menebar dukungan ke Prabowo, Jokowi juga sempat memberikan sinyal dukungan terhadap sosok Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto yang dinilai siap berkompetisi di Pilpres 2024.
"Pemimpin ke depan harus kita pilih yang memiliki jam terbang yang tinggi. Salah satu yang saya lihat bapak Airlangga Hartarto," kata Presiden Jokowi dilansir dari ANTARA, Selasa (21/10/2022).
Meski demikian, Jokowi tetap mewanti-wanti kepada pihak internal partai agar tak asal mengusung Capres dan Cawapres.
"Jangan sembarangan menentukan calon pilot dan kopilot yang akan dipilih rakyat, juga jangan sembarangan memilih calon presiden dan wakil presiden, dan juga saya titip pesan, jangan terlalu lama-lama," ucap Presiden.
Jokowi sepertinya ingin sikap saling memuji antar tokoh politik dan partai lain seperti yang dia contohkan dilakukan juga oleh yang lain.
Jokowi berharap antar partai menjaga persaingan agar tetap sehat mengingat telah memasuki tahun politik.
"Jangan saling menjatuhkan. Kalau bisa itu antarpartai saling memuji gitu, lo," pinta Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan