PURWOKERTO.SUARA.COM Presiden Joko Widodo atau Jokowi beberapa waktu lalu kembali berbicara tentang dampak krisis pangan yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Jokowi mengaku baru saja mendapat laporan kalau ada 19.600 orang setiap hari yang mati kelaparan karena krisis pangan.
"Tapi itu dunia," kata Jokowi dalam acara BUMN Startup Day beberapa waktu lalu dikutip Antara.
Melihat angka tersebut tentu kita akan sedih melihat saudara kita di berbagai belahan dunia yang mengalami kesulitan pangan hingga berujung kelaparan yang merenggut nyawa meraka.
Ada beragam hal yang menyebabkan krisis itu terjadi, mulai dari kondisi negara yang tidak mampu menghasilkan kebutuhan pokok lantaran kondisi geografis.
Hingga masalah krusial mulai kesulitan distribusi dari negara lain, dampak perubahan iklim, bencana alam dan lingkungan, serta konflik sosial, termasuk akibat perang yang berkecamuk di Ukraina dan Rusia yang turut menyumbang angka prevelansi pangan dibeberapa negara.
Namun jangan salah sangka, selain krisis pangan yang mengancam puluhan ribu umat manusia setiap harinya. Ancaman kekenyangan juga menjadi hal yang tidak boleh dipandang sebelah mata dan dianggap sepele.
Sebab dari berbagai data, dewasa ini penyebab kematian seseorang tidak hanya karena kelaparan namun kekenyangan pun jadi hal yang bisa berimplikasi kepada kematian.
Bahkan hasil kajian yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) dan PBB, menunjukkan, bahwa orang yang menderita penyakit tidak menular, lebih rentan terkena sakit parah dan meninggal dunia lantaran pola makan yang salah dan kurangnya menjaga kesehatan tubuh.
Pernah kalian bertanya, mengapa ada generasi Pre-Boomer (red. mereka yang lahir sebelum 1945) yang masih hidup dan hingga saat ini kondisinya sehat dan bugar.
Baca Juga: 5 Tips yang Bisa Kamu Terapkan agar Anak Lebih Gemar Minum Air Putih
Namun disisi lain ada generasi Gen X (red. mereka yang lahir sebelum 1965 – 1980) sudah mulai banyak penyakit yang dibawa dengan beragam upaya yang tentunya menghapiskan tabungan untuk penyembuhan.
Bahkan tidak jarang generasi Pre-Boomer harus menyaksikan anak mereka yang meninggal lebih dulu lantaran beragam penyakit yang diderita. Utamanya Penyakit Tidak Menular (PTM) yang merupakan penyakit bukan disebabkan oleh infeksi kuman hingga berujung pada komplikasi di tubuh.
Rerata PTM ini terjadi lantaran gaya hidup yang keliru dan cendrung salah. Kembali ke Data WHO di atas, PTM ini telah menyebabkan lebih dari 40 juta orang meninggal di seluruh dunia dalam satu tahun.
WHO menuliskan, 7 dari 10 kematian global disebabkan oleh penyakit stroke, jantung koroner, kanker, diabetes, pernapasan dan penyakit tidak menular lainnya yang rerata berasal dari pola makan.
Jika mau mengecek, orang disekitar kalian yang awalnya sehat dan segar bugar namun tetiba jatuh sakit dan mengalami gejala komplikasi penyakit yang baru di rasa setelah sekian lama tidak menjaga pola makan secara sempurna. Kalian harus belajar untuk bisa mengambil i'tibar dari hal tersebut.
Tentunya dengan hal yang nyata seperti memperbaiki pola makan dan sering berolahraga. Tidak cukup itu, waktu tidur yang harusnya dimanfaatkan untuk istirahat tapi lantaran perkembangan zaman teknologi yang cepat membuat semua berubah dan distraksi mengganggu tidur kalian juga harus di benahi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
Terkini
-
5 Rekomendasi HP Compact Murah Terbaik Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Pengguna BRImo Naik 18,9 Persen, BRI Percepat Transformasi Digital
-
Skandalnya Menyeret Nama Elit Indonesia, Apakah Jeffrey Epstein Masih Hidup?
-
5 Tablet Murah 1 Jutaan untuk Cucu Nonton YouTube, Tahan Banting dan Baterai Awet
-
Profil Nicholas Indra Mjosund, Satu-satunya Pemain Diaspora di Timnas Indonesia U-17
-
BRImo Perkuat Bisnis BRI, Transaksi Digital Terus Meningkat
-
7 Sepatu Skechers Diskon 50 Persen di Sports Station pada Februari 2026
-
Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Asahan, Sempat Berdalih Korban Jatuh dari Motor
-
7 Rekomendasi Tablet Gaming Murah Anti Nge-Lag, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
BRI Perkuat Transformasi Digital, Pengguna BRImo Tembus 45,9 Juta