/
Jum'at, 25 November 2022 | 10:20 WIB
Pelepasan kontingen relawan Al Irsyad ke Cianjur, Jawa Barat, kemarin. (Dokumentasi Al Irsyad)

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Di tengah gelaran Muktamar di Banyumas, Jawa Tengah, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Al Irsyad Al Islamiyah mengirim relawan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis, 24 November 2022. Mereka akan diperbantukan dalam penanganan bendana gempa bumu yang menewaskan ratusan orang. 

Ketua Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Al Irsyad, Hidayat di sela muktamar mengatakan, relawan diharapkan bisa membantu meringankan korban bencana alam gempa bumi. Ia memberangkatkan puluhan relawan dan empat kendaraan yang terdiri dua ambulance, dan dua mobil operasional ke lokasi bencana.

"Saat ini relawan yang dikirim ke lokasi bencana sebanyak 40 orang. Mereka semua berasal dari empat kota berbeda. Ada yang dari Bandung, Ciledug, Purwokerto, dan Bogor, " katanya, Kamis (24/11/2022).

Saat ini, penanganan bencana masih terfokus pada penyediaan logistik melalui dapur umum, pembagian sembako dan perlengkapan medis. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, selanjutnya fokus pada pemulihan psikologi melalui trauma healing, khususnya bagi anak anak.

"Program tanggap bencana ini, rencananya akan berlangsung selama enam bulan," ujarnya.

Selain fokus pada internal, tim relawan Al Irsyad akan mengajak warga untuk membangun rumah secara gotong royong. Ini seperti yang dilakukan pada korban gempa di Padang, Lombok dan Jogjakarta.

"Jadi sudah pernah kita lakukan sebelumnya pada beberapa tahun lalu di Lombok. Kita bangun rumah ukuran 5x6 meter persegi. Pekerja dan material dari kita semua. Material yang masih layak pakai juga bisa digunakan kembali," jelasnya.

Dalam satu kelompok, terdiri 10 orang untuk membangun satu rumah. Harapannya dengan gotong royong rasa sedih dan duka juga bisa lekas terobati.

"Proses pembangunan rumah bisa lebih cepat sehingga warga bisa segera hidup normal kembali," ujarnya.

Baca Juga: Adzam Disebut Anak Hasil Perselingkuhan Gegara Tak Mirip Sule, Nathalie Holscher Hibur Diri: Kamu Keren!

Rencana pembangunan hunian akan dimulai pekan depan, setelah dilakukan survei dan pemetaan. Terlebih saat musim penghujan seperti ini, banyak pengungsi yang takut pulang dan memilih bertahan di tenda.

"Kami akan selalu hadir dan siap, khususnya untuk sekarang dalam melayani masyarakat penyintas gempa bumi di Cianjur. Kami ingin organisasi ini bisa hadir di tengah masyarakat sesuai dengan tiga pilar yang kami angkat, pendidikan, dakwah dan sosial kemanusiaan," tutupnya. (Anang Firmansyah)

Load More