PURWOKERTO.SUARA.COM – Langkah Timnas Uruguay tampaknya harus senasib seperti Timnas Jerman. Sebab meski Uruguay menang atas Timnas Ghana 2 – 0 pada laga pamungkas Grup H Piala Dunia 2022 Qatar, namun tim tersebut tetap tidak lolos di fase gugur.
Dua gol dari gelandang serang Giorgian de Arrascaeta pada laga yang dihelat di Stadion Al Janoub, Qatar, tak cukup untuk membawa Uruguay lolos ke babak 16 besar. Timnas Uruguay berhasil mengalahkan Timnas Ghana 2-0 pada laga pamungkas Grup H. Jumat, (02/12/2022) malam WIB
Dikutip Suara, jalannya pertandingan keduanya di 10 menit babak pertama berlangsung dalam tempo sedang. Kedua tim masih tampak berhati-hati dalam melakukan serangan. Namun, setelah itu tempo pertandingan meninggi.
Ghana maupun Uruguay tak ragu melakukan serangan cepat maupun melancarkan tekel-tekel keras. Menit ke-16, Ghana mendapat peluang bersih pertama. Sepakan keras Jordan Ayew dari luar kotak penalti mampu ditepis kiper Uruguay, Sergio Rochet.
Bola muntah coba disambut Mohammed Kudus, sementara Rochet yang berusaha mengamankan bola sedikit terlambat. Rochet terlihat menjatuhkan Kudus, namun penalti tak diberikan wasit karena Kudus dianggap sudah dalam posisi offside.
Akan tetapi, setelah sekira dua menit tinjauan VAR, wasit akhirnya menghadiahkan penalti untuk Ghana. Sayang, sepakan mendatar penyerang kawakan sekaligus kapten Ghana, Andre Ayew, terlalu lemah dan mampu ditahan Rochet.
Setelah itu, petaka justru mendatangi Ghana. Menit ke-26, crossing Facundo Pellistri dari sisi kanan diterima Luis Suarez di dalam kotak penalti Ghana. Melakukan keeping dengan tenang, Suarez lantas melepaskan sepakan mendatar yang bisa ditepis secara gemilang oleh kiper Ghana, Lawrence Ati-Zigi.
Namun, bola yang masih terlalu deras meluncur menuju gawang. Si kulit bundar pun tinggal dicocor saja dengan kepala oleh gelandang serang Uruguay, Giorgian de Arrascaeta. Hanya berselang enam menit setelah gol ini, pemain berusia 28 tahun yang bermain untuk klub Brasil Flamengo tersebut mencetak gol keduanya, lagi-lagi lewat assist Suarez.
Sodoran umpan lob Suarez dengan cantik diselesaikan de Arrascaeta dengan sepakan first time kaki kanan yang bersarang di pojok kanan bawah gawang Ghana. Uruguay unggul 2-0. Uruguay masih mendominasi bola dan juga serangan-serangan di sisa waktu babak pertama. Akan tetapi sampai half-time, tak ada gol tambahan dari Darwin Nunez dan kawan-kawan.
Baca Juga: Susul Jepang dan Australia, Korea Selatan Jadi Wakil Asia Ketiga yang Lolos Fase Gugur
Ghana di sisi lain juga terlihat minim kreativitas dan agak down setelah dua gol cepat Uruguay itu, terlebih sebelumnya mereka punya peluang emas untuk unggul lewat tendangan penalti. Masuk babak kedua, kedua tim masih jual-beli serangan. Terutama Ghana yang amat-sangat membutuhkan gol, mereka tampak lebih cepat mengalirkan bola ke area pertahanan lawan.
Akan tetapi, tim asuhan pelatih Otto Addo masih minim dalam hal kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Menit ke-79, sepakan kaki kiri pemain pengganti, Kamaldeen Sulemana hanya menyamping sisi sebelah kanan gawang Uruguay.
Ghana belum berhenti menyerang. Dua menit berselang, tendangan keras Kudus ditepis dengan luar biasa oleh kiper Rochet. Menit ke-88, sundulan striker pengganti Uruguay, Edinson Cavani di mulut gawang Ghana berhasil di-tip secara gemilang oleh kiper Zigi. Akan tetapi, Cavani ternyata sudah offside lebih dulu.
Di injury time, sepakan Maxi Gomez dari Uruguay berhasil ditepis Zigi. Nyaris, Tak berselang lama, giliran percobaan tembakan Ghana yang dibendung Rochet dan laga berakhir. Di sisa waktu, Uruguay membombardir pertahanan Ghana. Akan tetapi skor 2-0 tetap tak berubah sampai wasit meniup peluit panjang.
Meski menang Uruguay tetap tidak lolos fase grup, lantaran di laga Grup H lainnya, Korea Selatan berhasil mengalahkan tim yang sudah memastikan lolos, Portugal dengan skor 2-1. Korea Selatan finis sebagai runner-up klasemen akhir Grup H dengan poin 4.
Memiliki poin, selisih gol, serta head-to-head yang identik dengan Uruguay, Korsel unggul dalam hal jumlah gol memasukkan, yakni 4 berbanding 2 milik Uruguay. Uruguay pada akhirnya harus rela kandas secara menyakitkan usai hanya finis di peringkat ketiga.
Berita Terkait
-
Susul Jepang dan Australia, Korea Selatan Jadi Wakil Asia Ketiga yang Lolos Fase Gugur
-
Meski Kalah Atas Tunisia 1 0, Timnas Prancis Tetap Jadi Juara Grup D
-
Menang Tipis 1 0 atas Denmark, Australia Pastikan Satu Tempat Lolos Fase Gugur
-
Kalahkan Korea Selatan 3 2, Ghana Buka Asa untuk Lolos 16 Besar Piala Dunia
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Review Jujur dari Buku Kisah Kota Kita: Merawat Kota, Merawat Rasa
-
Usul Pindah Gerbong: Mengapa Pernyataan Menteri PPPA Memicu Amarah Publik?
-
Menyembuhkan Rasa, Kerentanan dan Mimpi dalam Buku Puisi Pelesir Mimpi
-
Jelang Drawing Piala Asia 2027, Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Potensi Bahaya dari Pot 4
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Pesantren dan Masa Depan Karakter Bangsa: Jangan-jangan Ini Jawabannya
-
Hewan Kurban Pilih Jantan atau Betina? Ketahui yang Paling Utama Menurut Syariat
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games