PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARATA - Penyidik Poda Metro Jaya mengumumkan hasil penyelidikan penyebab kematian empat orang dalam satu keluarga di Kalideres. Penyidik tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan atau kelaparan. Masing-masing anggota keluarga meninggal dengan penyakit kronis yang diderita.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan tidak ada orang di luar keluarga yang masuk ke dalam rumah lokasi tewasnya satu keluarga di Kalideres.
"Kesimpulan akhir, hasil penyelidikan lab forensik, absifor dan melibatkan berbagai akhli, tidak ditemukan peristiwa pidana. Tidak ditemukan motif, alasan kematian terhadap 4 orang entah itu karena suicide (bunuh diri) itu tidak ditemukan," ujar Hengki.
Kombes Pol Hengki Haryadi menambahkan, karena tidak ada peristiwa pidana pada kematian keluarga Kalideres, maka kasus ini dihentikan.
"Kematian di Kalideres ini adalah kematian wajar, dalam kondisi yang tidak wajar. Fenomena yang unik, pengalaman yang berarti jarang ditemukan kasus seperti ini," katanya.
Sementara Tim dokter forensik mengungkap penyebab kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Penyebab kematian satu keluarga di Kalideres diketahui setelah otopsi dan penelitian terhadap jenazah.
Penyebab kematian keluarga Kalideres disampaikan dua dokter forensik, yaitu dr Ade Firmansyah Sugiharto dari RSCM dan dr Asri M Pralebda dari RS Bhayangkara. Mereka menyampaikan hasil otopsi dalam konferensi pers gabungan yang digelar Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Kesimpulan tim dokter menyatakan penyebab kematian masing-masing anggota keluarga berbeda-beda. Rudianto yang meninggal pertama disebabkan karena penyakit saluran pencernaan akut.
Reni yang meninggal setelah Rudianto disebabkan karena kelainan jaringan peyudara. Diduga Reni mengidap kanker Payudara. Ketiga Budianto, meninggal karena serangan jantung. Terakhir Dian yang meninggal karena gangguan saluran pernapasan kronis.
Baca Juga: Jadwal Misa Natal 2022 Malang dan Batu, Lengkap Klik di Sini!
Tim dokter juga mengungkap menemukan karbohidrat di jenazah Budianto dan Dian yang meninggal sekitar tiga hari sejak ditemukan. Ini menandakan mereka tidak meninggal karena kelaparan, sebab mereka masih sempat mengkonsumsi karbohidrat,entah itu nasi, roti, gandum atau sumber karbohidrat lain.
Dikabarkan sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di sebuah rumah di Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat. Diketahui, tak ada pihak lain atau pelaku di luar para korban yang terlibat langsung dalam kematian tersebut.
Berita Terkait
-
20 Tahun Mengasingkan Diri, Sekeluarga Tewas di Kalideres Tidak Mau Dimasukan Group WA Warga Komplek, Misterius Banget
-
Warga Sayangkan Sikap Keluarga Tewas Membusuk di Kalideres, Tetangga: Sakit Kenapa Gak Bilang
-
Hasil Liga 1: Ditahan Imbang Tim Juru Kunci Persik Kediri, Persija Jakarta Terlempar dari Posisi Tiga Besar
-
Apa Maksud Keluarga Kalideres Tewas Secara Wajar dalam Kondisi Tak Wajar?
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!