PURWOKERTO.SUARA.COM- Setelah penantian panjang selmaa 13 tahun, akhirnya sekual kedua film Avatar yang berjudul Avatar: The Way of Water sudah bisa ditonton di seluruh bioskop di Indonesia.
Sama seperti film pertamanya, Avatar: The Way of Water masih menggunakan latar tempat di sebuah planet bernama Pandora yang sangat indah dan penuh dengan misteri.
Buat kalian yang ingin nonton film garapan James Cameron ini, wajib banget tau fakta dibalik Avatar: The Way of Water yanb belum banyak diketahui.
Berikut empat fakta Planet Pandora, latar tempat film Avatar: The Way of Water:
1.Nama Pandora terpilih dari adaptasi mitologi Yunani
Jauh sebelum manusia menginjakkan kaki di Pandora, para astronom Bumi setuju untuk menamai planet asing yang mereka temukan dengan nama perempuan pertama dari mitologi Yunani. Nama ini sebenarnya sama dengan nama salah satu bulan di Saturnus.
Dalam mitologi Yunani sendiri, Pandora adalah nama wanita yang secara tidak sengaja membuka kendi Pithos, sehingga setan di dalamnya terlepas ke dunia. Beruntung, ia berhasil mematikan Pithos sebelum iblis pemuja keinginan itu keluar. Hal inilah yang akhirnya membuat manusia masih memiliki harapan hingga saat ini.
2.Telah ditemukan pada pertengahan abad ke 21
Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit dalam film Avatar pertama, materi asli dan buku pendukung untuk film tersebut mengungkapkan bahwa astronom manusia pertama kali menemukan keberadaan Pandora sekitar pertengahan abad ke-21.
Baca Juga: Cerita di Balik Berdirinya Purwokerto, Angin Kencang 40 Hari 40 Malam Melanda Ajibarang
Penjelajah Bumi pertama kali mendarat di Pandora pada 2084. 50 tahun kemudian, tepatnya pada 2139, Dr. Grace Augustine disebut sebagai manusia pertama yang menginjakkan kaki di Pandora.
3.Disebut sebagai planet paling mirip dengan bumi
Dari sekian banyak planet asing yang ditemukan manusia, Pandora merupakan planet yang paling mirip dengan Bumi. Hal ini terlihat dari keadaan alamnya yang masih lestari dan dapat dihuni oleh banyak makhluk hidup.
Meski begitu, planet ini memiliki kadar karbon dioksida yang sangat tinggi, sehingga manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan saat berada di Pandora.
Keadaan di planet tersebut cukup layak untuk ditinggali manusia. Dalam bukunya yang berjudul The Science of Avatar, Stephen Baxter menulis bahwa gravitasi Pandora adalah sekitar 80 persen dari gravitasi Bumi. Sementara diameternya sekitar 3/4 Bumi, dengan berat setengahnya.
4.Polifemus 1 dari 14 Bulan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
4 Brightening Moisturizer Jumbo di Bawah Rp74 Ribu, Bikin Cerah Bebas Kusam
-
Jadi Sorotan Publik, Doyoung NCT Hadir di Acara Pemerintahan saat Wamil
-
Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa
-
WFA Pasca Lebaran 2026 Diberlakukan, 36 Ribu Pemudik Masuk ke Jogja
-
7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
-
Libur Lebaran Usai, Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini
-
Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran
-
Jangan Asal Panaskan Opor Sisa Lebaran, Ahli Gizi Ungkap Bahaya Kanker Mengintai!
-
Nangis Tak Bisa Bertemu Anak saat Lebaran, Insanul Fahmi Sentil Wardatina Mawa Soal Eksploitasi
-
Pengemudi Fortuner Mabuk Tabrak Beruntun Sejumlah Motor di PIK, Dua Orang Tewas