PURWOKERTO.SUARA.COM, PURWAKERTA - Tak banyak yang tahu bahwa Kota Purwokerto sebelumnya bukanlah pusat pemerintahan dan perekonomian kawasan seperti hari ini. Purwokerto menjadi pusat pemerintahan setelah geger angin kencang menerjang Kadipaten Ajibarang selama 40 hari 40 malam.
Dari artikel ilmiah berjudul "Sejarah Kota Purwokerto" yang ditulis Prof Sugeng Priyadi, musibah angin kencang itu berawal dari Raden Adipati Martadiredja II, Bupati Ajibarang, yang hendak mengangkat putri Tumenggung Jayasinga atau Singadipa sebagai anak angkat. Matadireja II merupakan pejabat yang menggantikan posisinya Singadipa sebagai Bupati Ajibarang.
Singadipa merupakan penglima perang pasukan Pangeran Diponegoro. Pageran Diponegoro merupakan simbol perlawanan terhadap Belanda. Sementara Matadireja II merupakan bupati di bawah kendali Belanda.
Karena itu, Singadipa tak merestui keinginan Martadiredja II. Menurut kepercayaan masyarakat Ajibarang, kemarahan Singadipa inilah yang menyebabkan angin kencang menerjang Kabupaten Ajibarang selama 40 hari 40 malam hingga Ajibarang porak-poranda.
Setelah musibah ini, pusat pemerintahan Kabupaten Ajibarang dipindah ke Paguwon di Purwokerto. Sejak saat itulah Purwokreto menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Ajibarang. Perpindahan ini tercatat pada tanggal 6 Oktober 1832.
Bersamaan dengan itu, nama Kabupaten Ajibarang pun diganti dengan nama Kabupaten Purwokerto. Ke depan Kabupaten Purwokerto dilebur dengan Kabupaten Banyumas pada 1 Januari 1936.
Ibu kota kabupaten yang semula ada di Banyumas dan Purwokerto kemudian dilebur menjadi satu di Purwokeerto pada 26 Februari 1936. Setahun kemudian, pada Januari 1937, Pendapa Si Panji diboyong dari Banyumas ke Purwokerto.
Berita Terkait
-
Hiswana Migas Banyumas Pastikan Stok BBM untuk Natal dan Tahun Baru Aman
-
Jaringan Pengedar Uang Palsu Terbongkar, Pemasok dari Banyumas Diedarkan Warga Pemalang di Purbalingga
-
Jadi Pengungkit Ekonomi Desa Karangkemiri, Wisata Edukasi dan Outbound Candi Terus Dikembangkan di Banyumas
-
Syarat Naik Kereta Jelang Natal dan Tahun Baru, Mulai Berlaku 19 Desember
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Manajer Bongkar Pendapatan Fajar SadBoy Setahun, Cuma Segini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire
-
Sudah Kehilangan Anak, Ibu Kandung di Sukabumi Kini Diteror dan Diancam Diam