PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA- Para alim ulama dan pimpinan Pondok Pesantren di Kabupaten Purbalingga memberikan catatan akhir tahun kepada Bupati Purbalingga untuk bahan masukan kebijakan pemerintah daerah.
Juru Bicara Ulama pada kegiatan Halaqoh, Ulil Archam menyampaikan, 4 catatan tersebut, di antaranya, ulama mendukung program Pemkab Purbalingga dalam mewujudkan mewujudkan Purbalingga Sehat, Purbalingga Kuat dan Purbalingga Hebat dengan terus bersinergi dengan para ulama dan tokoh agama di Purbalingga.
Di sisi lain, ulama menyampaikan keprihatinan atas banyaknya angka perceraian, dan banyak bermunculan LGBT.
Ulama juga menyoroti banyak pabrik di Purbalingga tidak dilengkapi fasilitas ibadah yang memadai.
"Dari beberapa catatan tersebut, maka kami memberikan rekomendasi kepada Ibu Bupati," katanya.
Adapun rekomendasi tersebut, Bupati perlu menginstruksikan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Purbalingga untuk memberikan fasilitas ibadah yang memadai, yakni sesuai kapasitas atau jumlah karyawan dengan waktu istirahat yang cukup.
Bupati juga harus mencegah perkembangan kasus perilaku seksual yang menyimpang yakni LGBT/Homoseksual/Lesbian melalui regulasi yang jelas.
Pihaknya juga merekomendasikan bupati agar melanjutkan kebijakan-kebijakan untuk Pondok Pesantren, madrasah Diniyah, TPQ dan Dewan Asatidz yang sudah berjalan dengan baik.
"Pemkab Purbalingga agar memberi fasilitas Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan Puskesmas Keliling ke Pondok-pondok Pesantren agar santri terlayani fasilitas kesehatannya," katanya.
Baca Juga: Klasmen Sementara Grup A Piala AFF 2022, Peluang Masih Ada
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyatakan siap menerima masukan-masukan dari para ulama hasil Halaqoh kali ini. Ia mengakui, kasus perceraian masih ada di Purbalingga salah satunya disebabkan banyaknya serapan tenaga kerja wanita ketimbang pria di Purbalingga.
"Kami akan berkoordinasi dengan Kemenag dan Pengadilan Agama untuk bekerjasama dengan dinas terkait untuk memberikan penyuluhan," katanya.
Penyuluhan ditujukan kepada para orang tua supaya bisa menjaga keharmonisan rumah tangga, jangan sampai perceraian meningkat, dan jangan sampai anak-anak di bawah umur dinikahkan dulu. Termasuk penyuluhan untuk tidak berperilaku seksual yang menyimpang.
"Karena kasus HIV di Purbalingga pun penyebarannya ada yang disebabkan karena disorientasi seksual Lesbian, Homoseksual karena pengaruh lingkungan. Ini akan kami ambil langkah tindak lanjut," katanya.
Sedangkan terkait masalah fasilitas ibadah di perusahaan-perusahaan, Bupati akan menginstruksikan kepada Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) untuk menindaklanjuti secara teknis. Atau juga imbauan melalui Surat Edaran Bupati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gunakan Teknik Stripping, Pemuda Sukabumi Sukses Cetak 3.000 Anakan 'Ikan Dewa' yang Langka
-
Jembatan Ampera hingga Masjid Agung Palembang Resmi Jadi Cagar Budaya Nasional
-
Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani
-
ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman
-
WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali
-
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang
-
Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat