Hasil penelitian Prof. Hestri berbasis metode truss morphometrics, untuk membedakan secara mudah ikan S. rubripinis jantan dan betina, ikan jantan memiliki tubuh yang lebih langsing (memanjang) dibandingkan ikan betina.
Metode truss morfometrics telah banyak dibuktikan mampu mengidentifikasi perbedaan tanda kelamin sekunder (sexing) pada berbagai spesies ikan yang umumnya tidak memiliki dimorfisme seksual atau dimorfisme seksualnya tidak jelas.
Ikan S. rubripinis termasuk tipe pemijah bertahap (partial spawner), artinya telur tidak dikeluarkan sekali dalam memijahan, tetapi dalam beberapa kali pemijahan.
Tipe pemijahan ini dinilai lebih menguntungkan, karena apabila kondisi lingkungan saat itu tidak sesuai, masih ada stok telur yang akan dikeluarkan pada pemijahan berikutnya. Berbeda dengan kondisi spesies ikan tipe pemijah total spawner.
Fekunditas spesies ikan S. rubripinis berkisar 7.379-39.194 butir, kisaran diameter telur 25-900 µm. Fekunditas dengan panjang tubuh berkorelasi positif yang sangat kuat, artinya semakin panjang calon induk semakin tinggi pula fekunditasnya.
"Penangkapan ikan S. rubripinis di Sungai Klawing hendaknya dibatasi pada bulan tersebut (September-Oktober), karena ikan sedang berada pada puncak reproduksi, agar induk betina diberi kesempatan memijah untuk kesinambungan stok," jelas Prof. Hestri.
Sementara Ikan Palung yang ditemukan di waduk PB. Sudirman atau waduk Mrica, di sungai Serayu dan beberapa anak sungainya memiliki panjang tubuh lebih dari 30 cm, dengan berat lebih dari 1 kg.
Umumnya ikan palung hanya ditemukan di sungai atau waduk yang kualitas airnya masih baik, karena spesies ikan ini sangat sensitif terhadap kualitas air yang buruk.
Sejak tahun 2013, ikan palung masuk dalam IUCN Redlist dengan kondisi yang terancam punah. Seperti halnya pada ikan S. rubripinis, pada ikan palung juga terdapat korelasi positif yang sangat kuat antara panjang tubuh dengan fekunditas.
Baca Juga: Dokter Spesialis Anak Sebut Ice Smoke Jajanan Berbahaya, Kenapa ?
Temuan ini dapat dijadikan pedoman, seandainya spesies ikan palung akan didomestikasi dan dipijahkan hendaknya dipilih calon induk ikan betina yang berukuran panjang, yang jumlah telurnya lebih banyak.
Guna mendukung upaya konservasi dan domestikasi ikan palung yang terancam punah, menurut Prof. Hestri, diperlukan ketersediaan data taksonomik dari berbagai aspek, antara lain dengan mengetahui keragaman genetiknya.
Kajian keragaman genetik merupakan aspek yang penting dalam konservasi dan pemanfaatan plasma nutfah pada populasi spesies di habitat alaminya, yaitu waduk PB.
Berdasarkan hasil analisis isozim dapat diinformasikan, ikan palung di waduk PB. Sudirman dan sungai Serayu di area sebelum dan sesudah waduk, dapat mengekspresikan isozim EST, ACP, dan AAT dengan baik.
Hasil penelitian ini menunjukkan, keragaman genetik ikan palung di area waduk paling rendah dibandingkan dengan sungai Serayu area sebelum waduk dan setelah waduk.
Diduga hal ini karena ikan palung yang berada di waduk, habitatnya terfragmentasi sehingga kesempatan kawin silang dengan populasi di perairan area setelah waduk terputus.
"Apalagi kondisi kualitas air waduk sekarang ini sudah kurang ideal untuk tempat hidup ikan palung. Hal ini diduga karena sedimentasi di waduk PB Sudirman sudah sangat tinggi, " katanya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kapan Laga Lawan Timor Leste Dimulai?
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional