PURWOKERTO.SUARA.COM, Sungai Serayu yang terletak di Provinsi Jawa Tengah memiliki panjang 181 kilometer dan merupakan salah satu sungai terbesar di Pulau Jawa.
Sungai Serayu masuk ke dalam 10 sungai di Indonesia yang dikembangkan sebagai sungai untuk produksi dan perlindungan ikan.
Sungai Serayu bukan hanya sumber kehidupan dan ekonomi masyarakat di daerah yang dilintasinya.
Sungai yang membentang mulai dari Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan di Samudera Hindia di kawasan selatan Jawa, Cilacap ini menjadi sumber perekonomian penting masyarakat bantaran sungai.
Hasil penelitian Guru Besar bidang ilmu Taksonomi Vertebrata Fakultas Biologi Unsoed Prof.Dr.Suhestri Suryaningsih,MS, di tiga anak sungai Serayu bagian hulu dan tengah yaitu sungai Tulis, Mrawu dan sungai Kali Sapi di Kabupaten Banjarnegara, menunjukkan temuan beraneka spesies ikan.
Di sungai Tulis ditemukan 14 spesies dari 5 familia. Sementara di sungai Mrawu ditemukan 13 spesies dari 6 familia. Ada 16 spesies dari 8 familia yang ditemukan di sungai Kali Sapi Banjarnegara.
Dari total jumlah spesies yang ditemukan, anggota familia Cyprinidae sangat mendominasi yaitu 10 spesies (47,61%) dari total 21 spesies yang ditemukan.
Sementara hasil penelitian Prof. Hestri di anak sungai Serayu yang lain, yaitu sungai Klawing Kabupaten Purbalingga, ditemukan 18 spesies ikan air tawar dari 11 familia (Cyprinidae, Bagridae, Mastacembelidae, Anabantidae, Cichlidae, Channidae, Eleotrididae, Belontinidae, Osphronemidae, Poecilidae, dan Siluridae), dengan dominansi spesies oleh familia Cyprinidae sebanyak 8 spesies, yaitu Brek (Systomus rubripinis), Tawes (Barbonymus gonionotus), Nilem (Osteochilus vittatus), Sepat (Trichopodus trichopterus), Tambra (Tor tambra), Lunjar (Rasbora argyrotaenia), Palung/hampala (Hampala macrolepidota), dan Uceng (Nemacheilus fasciatus).
"Ke delapan spesies ikan ini sudah sangat dikenal masyarakat dan dijadikan andalan hasil perikanan sungai. Beberapa diantaranya juga telah berhasil dibudidayakan di kolam, " katanya
Baca Juga: Dokter Spesialis Anak Sebut Ice Smoke Jajanan Berbahaya, Kenapa ?
Terdapat dua spesies ikan sungai dari familia Cyprinidae yang sangat berpotensi untuk dibudidayakan yaitu ikan Brek dan ikan Palung.
Prof. Hestri mengatakan, karakter morfologi ikan brek S. rubripinis, mempunyai panjang tubuh mencapai 22 cm, bentuk tubuhnya sangat mirip dengan ikan Tawes.
Perbedaan yang sangat jelas dengan ikan Tawes karena S. rubripinis memiliki ciri khas sirip perut dan sirip analnya berwarna oranye.
Adanya warna merah pada bagian selaput pelangi mata, terdapat sedikit warna merah pada operculumnya.
S. rubripinis termasuk spesies ikan yang bentopelagik.
"Spesies ikan ini tidak memiliki dimorfisme seksual, sehingga sulit dibedakan antara ikan jantan dan betina, " katanya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
-
Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal
-
Bongkar Tambang Emas Liar di Bukit Pongkor, Polda Jabar Tetapkan 4 Tersangka Warga Bogor