PURWOKERTO.SUARA.COM, Permainan lato Lato sedang populer saat ini. Meski banyak yang menyukainya sebagai hiburan, ada pula yang terganggu dengan permainan itu karena berisik.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dian Sasmita menyarankan kepada sekolah maupun instansi pendidikan lain untuk memanfaatkan tren Lato Lato jadi ajang adu kreativitas pada anak.
Mereka bisa memfasilitasi anak-anak dengan menggelar lomba menggambar di Lato Lato atau bikin instalasi dari Lato Lato maupun mural tema Lato Lato.
Menurutnya, setiap anak membutuhkan dan punya hak untuk bermain, termasuk bermain Lato Lato.
"Jadi, jangan terburu-buru melarang anak bermain. Temani anak bermain. Karena fase tumbuh kembang anak akan optimal jika mereka dapat bermain dengan gembira dan aman," imbuhnya.
Namun orang tua maupun pengasuh wajib tahu dan mendampingi anak untuk menjelaskan bahaya dan resiko dari bermain Lato Lato.
Anak harus dikenalkan tentang adab atau etika saat bermain Lato Lato. Misal tidak semua tempat dapat dijadikan ruang bermain.
Orang tua juga sesekali ada baiknya ikut bermain Lato Lato bersama anak saat di rumah. Ini menjadi kesempatan untuk membangun kelekatan antara anak dan orang tua.
"15 menit bermain dengan anak akan membuat mereka menjadi anak lebih gembira. Karena anak merasakan kehadiran orangtuanya secara utuh," jelas Dian.
Baca Juga: Polisi Ringkus Komplotan Copet Konser Guyon Waton di Wonosobo, 13 Pelaku dan 51 HP Diamankan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga