/
Rabu, 18 Januari 2023 | 11:06 WIB
Fajar Sadboy, anak bawah umur yang viral


PURWOKERTO.SUARA.COM, Deddy Corbuzier menyentil Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait Fajar Sadboy yang belakangan kerap tampil di televisi. Penampilan Fajar dianggap sebagai eksploitasi anak di bawah umur.

Fajar Sadboy muncul di berbagai lini media massa elektronik setelah kisah cintanya yang galau viral. Padahal usia Fajar  masih 15 tahun.

Ini adalah ironi. Deddy  membandingkan jumlah penonton Fajar Sadboy dengan tayangan yang menampilkan pemenang olimpiade matematika. 

Masyarakat nyatanya lebih menghargai anak yang galau dengan kisah cintanya ketimbang anak peraih prestasi. 

"Bukan masalah Fajar nangis-nangis beneran apa enggak, bikin quotes, mau pacaran umur 15 tahun, bukan itu. Pemasalahannya adalah dia pada saat ada TV, mana KPI?" ujarnya tajam.

Deddy Corbuzier mempertanyakan peran KPI yang konon sebagai pelindung hak anak-anak.

Ia membandingkan ketika saat menjadi host di Hitam Putih dan mengundang narasumber anak kecil, ia kena semprot KPI. 

Namun untuk kasus Fajar Sadboy, KPI seolah diam. 

"Pertanyaannya sekarang, ketika Fajar Sadboy dan mantannya, usia di bawah umur masuk ke dalam TV, mana KPI?" ucap Deddy Corbuzier.

Baca Juga: GRATIS !!! Link live streaming Napoli vs Cremonese, Babak 16 Besar Coppa Italia 2023

Deddy Corbuzier sampai membacakan pasal 29 peraturan KPI tentang pedoman perilaku penyiaran untuk mendukung argumennya. 

 Di situ disebutkan, lembaga penyiaran tidak boleh mewawancarai anak-anak di bawah umur 18 tahun di luar kapasitas mereka serta wajib mempertimbangkan keamanan dan masa depan mereka. 

"Mana KPI?" kata Deddy lagi mempertanyakan.

Deddy Corbuzier menjelaskan, mengundang Fajar Sadboy ke televisi adalah bentuk dari eksploitasi anak yang bukan hanya merugikan Fajar, tetapi juga anak-anak di bawah umur lain yang menonton tayangan tersebut. (Irumacezza)

Load More