PURWOKERTO.SUARA.COM, Deddy Corbuzier menyentil Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait Fajar Sadboy yang belakangan kerap tampil di televisi. Penampilan Fajar dianggap sebagai eksploitasi anak di bawah umur.
Fajar Sadboy muncul di berbagai lini media massa elektronik setelah kisah cintanya yang galau viral. Padahal usia Fajar masih 15 tahun.
Ini adalah ironi. Deddy membandingkan jumlah penonton Fajar Sadboy dengan tayangan yang menampilkan pemenang olimpiade matematika.
Masyarakat nyatanya lebih menghargai anak yang galau dengan kisah cintanya ketimbang anak peraih prestasi.
"Bukan masalah Fajar nangis-nangis beneran apa enggak, bikin quotes, mau pacaran umur 15 tahun, bukan itu. Pemasalahannya adalah dia pada saat ada TV, mana KPI?" ujarnya tajam.
Deddy Corbuzier mempertanyakan peran KPI yang konon sebagai pelindung hak anak-anak.
Ia membandingkan ketika saat menjadi host di Hitam Putih dan mengundang narasumber anak kecil, ia kena semprot KPI.
Namun untuk kasus Fajar Sadboy, KPI seolah diam.
"Pertanyaannya sekarang, ketika Fajar Sadboy dan mantannya, usia di bawah umur masuk ke dalam TV, mana KPI?" ucap Deddy Corbuzier.
Baca Juga: GRATIS !!! Link live streaming Napoli vs Cremonese, Babak 16 Besar Coppa Italia 2023
Deddy Corbuzier sampai membacakan pasal 29 peraturan KPI tentang pedoman perilaku penyiaran untuk mendukung argumennya.
Di situ disebutkan, lembaga penyiaran tidak boleh mewawancarai anak-anak di bawah umur 18 tahun di luar kapasitas mereka serta wajib mempertimbangkan keamanan dan masa depan mereka.
"Mana KPI?" kata Deddy lagi mempertanyakan.
Deddy Corbuzier menjelaskan, mengundang Fajar Sadboy ke televisi adalah bentuk dari eksploitasi anak yang bukan hanya merugikan Fajar, tetapi juga anak-anak di bawah umur lain yang menonton tayangan tersebut. (Irumacezza)
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Sianida di Balik Topeng Kesopanan Bangsawan Inggris dalam An English Murder
-
Nonton Hemat di CGV Pakai ShopeePay, Diskon Rp20 Ribu Sampai Akhir Bulan
-
Bigmo Anak Siapa? Ferry Irwandi Panen Kritik Usai Undang Anak Koruptor ke Podcast
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Sirine Kota Palembang Bunyi Lagi, Apa Maknanya dan Apa Fungsinya Sekarang?
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?
-
5 Parfum Halal untuk Salat Tarawih, Bikin Ibadah Makin Nyaman di Bulan Ramadan
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan