PURWOKERTO.SUARA.COM, Masyarakat diimbau tidak terlalu panik dan khawatir terkait temuan penyakit hewan ternak di Desa Kajongan Purbalingga belum lama ini.
Sub kordinator kesehatan hewan bidang peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga drh. Edi Setyanta membenarkan, beberapa waktu lalu ditemukan kasus kematian dua ekor sapi di Desa Kajongan Kecamatan Bojongsari dengan gejala khas.
Gejala yang dimaksud adalah kencing darah selama beberapa hari. Indikasi tersebut menjurus kepada penyakit parasit darah yang walaupun menular tapi tidak se-masif dengan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).
“Dua sapi yang indikasinya parasit darah. Itu menular tapi tidak seperti PMK. Kasus itu sangat jarang, dalam setahun satu atau dua kasus,” katanya.
Penyakit tersebut disebabkan oleh kencing tikus. Menurut Edy, peternak harus sadar serta peduli terhadap kebersihan kandang bagi ternak. Meminimalisir bau menyengat pada kandang juga menjadi salah satu preventif agar penyakit tereduksi dan mengurangi lalat yang menjadi vektor penyakit tertentu.
Mengenai PMK di Kabupaten Purbalingga, ia mengakui adanya peningkatan dalam tiga pekan terakhir. Namun peningkatan jumlah temuan tidak se-ekstrem seperti tahun lalu.
Ini karena Dinpertan Purbalingga telah melakukan langkah seperti vaksinasi pada pertengahan tahun lalu sehingga gejala yang ditimbulkan sekarang tidak terlalu berat.
“Tahun lalu kami sudah suntikkan 12.000 dosis vaksin sehingga gejala yang sekarang tidak terlalu berat,” ujarnya.
Persiapan Ramadhan
Baca Juga: Segera Tayang, Ini Sinopsis Drama Taxi Driver Season 2
Permintaan konsumsi daging ternak selama Ramadhan dan hari raya idul fitri 2023 juga diprediksi tetap tinggi. Mengantisipasi dampak PMK, Dinpertan Purbalingga akan melakukan penyuntikkan vaksin ke hewan ternak dengan persediaan mencapai 13.000 dosis.
Selain itu, mereka juga telah dan akan melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang khususnya bagi kelompok ternak yang ada di Purbalingga.
Edi menyebutkan, hewan ternak yang terkena penyakit di Purbalingga sebagian besar berasal dari luar Purbalingga. Jelang momen idul adha, penggemukan baik perorangan maupun kelompok menyebabkan kebutuhan pengisian kandang ternak meningkat sehingga penyakit hewan ternak di Purbalingga mulai kembali terlihat.
“Di Jawa Tengah bagian timur bahkan pasar hewannya ada yang sementara ditutup. Kalau mau beli hewan ternak khususnya sapi, pilih yang ada barcode di kuping, itu menandakan sudah divaksin,”katanya
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan
-
RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!
-
Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!
-
Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara
-
AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan
-
4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru
-
Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Jokowi Dinobatkan sebagai Sesepuh oleh 9 Raja Timor