/
Kamis, 26 Januari 2023 | 10:23 WIB
Seorang nelayan mencoba mesin berbahan bakar gas elpiji 3 kilogram yang dibagikan secara gratis di perairan Kelurahan Karangtalun, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Minggu (20/11/2022). (Anang Firmansyah Firmansyah)

PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP - Kabupaten Cilacap menjadi kabupaten dengan inflasi tertinggi se-Jawa Tengah pada Desember 2022. Satu di antara pemicu inflasi di Cilacap ialah perang antara Rusia dengan Ukraina.

Kepala BI Kantor Perwakilan Purwokerto, Mursidi, menjelaskan, Kabupaten Cilacap per Desember 2022 berada pada peringkat ke-5 dalam grafik inflasi Kabupaten year on year dengan 6,81 persen dan menjadi kabupaten dengan inflasi tertinggi di Jawa Tengah.

“Inflasi tahunan Kabupaten Cilacap adalah capaian tertinggi kedua setelah Kota Surakarta di Jawa Tengah, dengan inflasi pada Desember 2022 mencapai 0,59 persen. Berdasarkan data inflasi bulanan 2022,” katanya pada Rapat Teknis Pengendalian Inflasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Cilacap di Ruang Prasanda, Pendapa Wijayakusuma Cakti, Rabu (25/1/2023).

Mursidi berpesan, ada beberapa beberapa komoditas yang tergolong komoditas berisiko tinggi yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

“Komoditas tersebut seperti minyak goreng, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, beras, daging, ayam ras, bawang merah, dan rokok kretek filter. Komoditas ini perlu mendapatkan perhatian khusus dalam rangka pengendalian inflasi ke depan,” ujarnya.

Sementara Kepala BPS Cilacap, Isnaini mengatakan, tahun 2022 ada beberapa kondisi yang turut menyumbang inflasi di Kabupaten Cilacap seperti imbas perang Rusia-Ukraina dan kelangkaan minyak goreng.

“Dapat dilihat dalam grafik Perkembangan Inflasi Jan-2020 sampai dengan Desember 2022. Kabupaten Cilacap pada bulan Maret 2022 terjadi kenaikan karena imbas perang Ukraina vs Rusia, kelangkaan minyak goreng, sawit dan kue kering, gandum. Pada April ada Lebaran dan kenaikan Pertamax, September kenaikan BBM oleh pemerintah dan Desember Natal dan Tahun Baru,” kata dia.***

Load More