PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Sore di Klawing Sonten mungkin tak akan sesyahdu hari kemarin. Anak senja terancam tak bisa lagi menikmati kopi dan mendoan hangat sambil menatap pemandangan jeram Kali Klawing di bawah kilau cahaya senja.
Klawing Sonten memang sesyahdu itu. Ia menjual panorama sungai Klawing dan keperkasaan Bendung Slinga. Namun apa jadinya jika Klawing sonten tak lagi di tepian sungai?
Itulah pertanyaan yang terbesit ketika Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) berencana menggusur Klawing Sonten lalu menggesernya ke lokasi baru. Klawing Sonten berdiri di atas area sempadan sungai yang harus steril dari bangunan sesuai regulasi yang ada.
Sebab, menurut BBWSO, daerah sempadan sungai menjadi akses utama ketika terjadi kerusakan atau bencana alam di sungai. Ketika ada bangunan berdiri di sempadan sungai, maka itu akan menyulitkan proses pemulihan.
Namun 64 bangunan kios juga bermakna sesuatu. Ia menjadi tumpuan ekonomi, setidaknya untuk 64 keluarga. Maka proses sterilisasi tetap mengindahkan sisi kemanusiaan meski mereka tak akan mendapat ganti rugi.
Mereka tidak begitu saja digusur. Mereka akan mendapat lahan baru yang masih di bawah pengelolaan BBWSO.
"Kami menyediakan lahan untuk relokasi bangunan pedagang. Nantinya lahan yang saat ini berdiri bangunan akan dijadikan ruang terbuka hijau," kata Dedi Supriyadi, perwakilan BBWSO pada sosialisasi kebijakan relokasi kios di Klawing Sonten, Rabu 9 Februari 2023.
Lahan relokasi masih tanah milik BBWSO. Bedanya di lahan itu para pedagang dan pengelola wisata boleh mendirikan bangunan karena lahan itu tidak termasuk area sempadan sungai yang wajib steril.
Saat ini, BBWSO tengah menyiapkan lahan relokasi yang berstatus hak guna. Karena itu, pedagang dan pengelola wisata akan dikenai biaya sewa.
Baca Juga: BRI Liga 1: Persib Harga Mati Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan
"Nantinya uang sewa akan masuk ke kas negara," katanya.
Klawing Sonten yang berada di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menyadari mereka berada di atas sempadan sungai, area yang menjadi penguasaan BBWSO. Karena itu, mereka bersedia dipindah ke lahan baru.
Pemerintah Desa Banjaran mendukung rencana relokasi Wisata Klawing Sonten. Desa bersedia memindahkan 64 bangunan pedagang yang ada di kawasan wisata Klawing Sonten.
"Pendopo yang merupakan milik BUMDes akan kami pindah ke tempat relokasi," ujar Kepala Desa Banjaran Muhammad Ismun, Kamis, 9 Februari 2023.
Tak hanya itu, desa juga bersedia membayar biaya sewa untuk lahan yang baru. Di lahan ini, desa berencana mengembangkan wisata berkonsep edukasi lengkap dengan sarana kuliner.
Mungkin Klawing Sonten besok tidak akan sama dengan yang kemarin. Tidak akan ada pemandangan langsung ke bendung Slinga yang megah dan historik. Atau debur jeram Kali Klawing yang merdu.
Namun Klawing Sonten yang esok menyimpan harapan kebaruan yang tak membosankan. Sehingga menikmati secangkir kopi dan mendoan hangat tetap terasa lebih nikmat, meski tanpa memandang jeram Klawing di bawah naungan kilau cahaya senja.***
Berita Terkait
-
Kementan Gelontor Rp 5 Miliar untuk Bangun Lima Lumbung Pangan di Purbalingga
-
Dua Lumbung Pangan Dibangun di Purbalingga, Habiskan Miliaran Rupiah
-
Banyak Lowongan, Tono City Jepang Sampai Cari Tenaga Kerja ke Purbalingga
-
Purbalingga Minta Dana ke Kementrian ESDM untuk Kembangkan Bengkel Konversi Kendaraan Listrik
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
-
Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang