PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Dukungan terhadap Anies Baswedan menjadi calon Presiden Indonesia pada pemilu 2024 semakin meluas. Terbaru, relawan yang mengatasnamakan Laskar Angkatan Muda Anies Baswedan (Laskar AMAN) Jawa Tengah resmi mendeklarasikan diri mendukung mantan Gubernur DKI sebagai Calon Presiden RI 2024 di D'Garden Resto Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (12/2/2023).
Tak tanggung-tanggung deklarasi yang dilakukan di "Kandang Banteng" ini juga sekaligus melantik 41 pengurus DPD perwakilan kabupaten/kota di Jateng.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar AMAN Jawa Tengah Slamet Sudarso mengatakan deklarasi ini sebagai bentuk komitmen perjuangan dan dukungan riil relawan Laskar AMAN Jawa Tengah kepada Anies Baswedan.
"Selanjutnya pada Bulan Maret mulai roadshow pelantikan DPC. Terdekat Kabupaten Tegal, Brebes, Cilacap, Purbalingga dan Banyumas," katanya kepada wartawan, seusai pelantikan, Minggu (12/2/2023).
Dukungan tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya karena Anies dinilai mempunyai kapasitas dan rekam jejak yang baik sebagai akademisi maupun sebagai pejabat publik.
"Anies Baswedan merupakan tokoh intelektual. Ia mempunyai visi besar dan gagasan yang meyakinkan untuk kamajuan dan perubahan Indonesia. Untuk itu, dukungan Laskar Aman Jawa Tengah dan seluruh simpul relawan Anies Baswedan merupakan keputusan yang tepat," terangnya.
Ia yang juga merupakan mantan kader PDI Perjuangan memberikan dukungan berdasarkan penilaian rasional dan objektif. Pihaknya mengklaim hanya Anies Baswedan yang bisa diyakini membawa keadilan, kesejahteraan untuk kebahagiaan seluruh warga Indonesia.
Dirinya sadar perjuangan yang dilakukan tidak mudah untuk merebut hati masyarakat Jateng. Terlebih selama ini stigma Jateng merupakan "Kandang Banteng".
"Kami siap menangkan Anies di Jateng. meski ini Kandang Banteng. Tetapi tetap dengan cara kampanye santun sesuai pesan Anies. Hapus stigma politik identitas. Bukti konkrit selama jadi gubernuh salah satunya banyak pendirian tempat ibadah non muslim. Sebagai contoh ketua DPP Laskar AMAN saja beragama katolik," jelasnya.
Baca Juga: Sakit karena Duduk Terlalu Lama? Ini 5 Cara Mencegahnya
Parameter keberhasilan Anies Baswedan dalam memimpin DKI Jakarta selama satu periode menjadi pertimbangan lainnya. Anies dinilai berhasil memimpin dengan hati dan memberikan pelayanan yang baik kepada semua warga tanpa membeda-bedakan golongan.
"Kami meyakini sosok pak Anies adalah orang yang bisa memimpin bangsa Indonesia. Apalagi kami telah mendapat banyak pencerahan dari Laskar AMAN Pusat. Semua upaya akan kami lakukan. Sebelumnya kami juga sudah sosialisasi sampai ke akar rumput. Oleh karenanya, nama pak Anies terus mendapat respon positif di kalangan masyarakat Jateng," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Laskar AMAN, Ervanus Tou, mengatakan deklarasi ini sebagai bentuk keseriusan dan komitmen dukungan memenangkan Anies Baswedan sebagai calon Presiden pada 2024 mendatang.
Adanya dukungan dari Jateng, menjadi bukti bahwa Anies Baswedan bisa diterima dan didukung oleh berbagai kalangan masyarakat. Tak terkecuali di Jateng yang dianggap bukan menjadi basis dukungan Anies Baswedan.
"Jika selama ini nama pak Anies di Jateng belum populer maka deklarasi ini membuktikan bahwa Anies Baswedan ternyata mendapat respon positif. Ini menandakan bahwa Anies Baswedan juga didukung oleh warga bangsa dari berbagai latar belakang profesi," ungkapnya.
Isu Sara yang selama ini muncul di permukaan, menurutnya hanya salah satu upaya untuk menjatuhkan nama Anies. Ia menekankan, nama Anies Baswedan merupakan sosok yang tepat untuk menjawab kecemasan dan ketakutan masyarakat.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Sandiaga Uno Sengaja Fitnah Utang Rp50 M Demi Jatuhkan Anies di Pilpres, Benarkah?
-
Terang-terangan Mardiono Sebut Sandiaga Uno Pantas Jadi Capres, Elite PPP: Pak Sandi Memang Potensial
-
Isu Utang Piutang Dinilai Sengaja Untuk Permalukan Anies: Politik Zaman Kuda Makan Besi Masih Dipakai!
-
Jurus Anies 'Ngeles' Soal Janji Ke Prabowo Tak Bakal Nyapres: Waktu Ngobrol Saya Nggak Nyebut Tahun
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPJS Tolak Korban Kejahatan, Ke Mana Keluarga Miskin Cari Pertolongan?
-
Kemendagri Klarifikasi Informasi Penggunaan KTP-el dan Fotokopi Identitas
-
DPR Kritik SE Mendikdasmen: Hanya Solusi Jangka Pendek, Tapi Status Guru Honorer Masih Tak Jelas
-
Pemodal Masih Diburu! Bareskrim Pastikan 275 WNA Kasus Judol Hayam Wuruk Disidang di Indonesia
-
Beda dari Negara Lain, Nonton Konser Westlife di Jakarta Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif
-
Deepfake Menkeu Purbaya Viral di TikTok, BRI Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
-
Tak Benar Menkeu Bagi Dana Hibah, Ini Ciri-ciri Video Deepfake yang Harus Diwaspadai
-
Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban
-
Full House di Jogja, Film 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan' Sukses Sentuh Hati Penonton
-
Video AI Menkeu Purbaya soal Dana Hibah Viral, BRI Sebut Modus Penipuan