- Rupiah melemah 0,18% ke Rp17.414 per dolar AS akibat tekanan global dan domestik.
- Harga minyak dunia tembus $100 imbas konflik AS-Iran, memicu pelemahan mata uang Asia.
- Investor asing lepas saham IHSG; pasar menanti data inflasi AS dan pertemuan Xi-Trump.
Suara.com - Nilai tukar rupiah gagal menunjukkan taringnya pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026). Mata uang Garuda tercatat konsisten bergerak di zona merah sejak pembukaan pagi hingga akhirnya parkir di level Rp17.414 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, pelemahan ini mencapai 32 poin atau 0,18% dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu. Senada dengan pasar spot, kurs referensi Jisdor Bank Indonesia juga menetapkan posisi rupiah di angka Rp17.415 per dolar AS.
Indonesia tidak sendirian. Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau rontok dihantam kedigdayaan greenback. Peso Filipina menjadi yang paling babak belur dengan koreksi 0,84%, disusul Rupee India (0,80%), dan Baht Thailand (0,78%).
Indeks dolar AS yang merangkak naik ke level 97,99 mempertegas dominasi mata uang Negeri Paman Sam tersebut terhadap mata uang utama dunia lainnya.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa faktor geopolitik menjadi dalang utama. Pupusnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran pasar.
"Kondisi ini memicu kenaikan harga minyak mentah dunia kembali ke level $100 per barel, yang secara otomatis menekan mata uang negara-negara di kawasan regional," ujar Lukman.
Tak hanya faktor eksternal, kondisi domestik juga kurang mendukung. Investor asing terpantau masih gencar melakukan aksi jual (net sell) di pasar modal Indonesia, yang menekan posisi IHSG sekaligus rupiah.
Kini, pasar tengah memasang mode wait and see menanti rilis data inflasi AS serta pertemuan krusial antara Xi Jinping dan Donald Trump pada Kamis mendatang untuk menentukan arah pergerakan rupiah selanjutnya.
Baca Juga: Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
OJK Bahas Rebalancing MSCI, Ada Saham yang Bakal Didepak dari IHSG?
-
Rebalancing MSCI Diumumkan Besok, Danantara Pede Pasar Modal RI Tak Turun Kasta
-
Pegadaian dan SMBC Indonesia Kembangkan Sustainable Financing Framework 2026 Berbasis ESG
-
Menkeu Purbaya Batal Aktifkan BSF: Kita Enggak Krisis
-
Sah! Menteri Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang Demi Jaga Iklim Investasi
-
Kenaikan Ongkos Kirim di Marketplace Tak Bisa Dibendung
-
Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700
-
Viral Video Menkeu Bagi-bagi Dana Hibah di Tiktok, BRI Klarifikasi: HOAKS!
-
PT Pertamina Training and Consulting Gelar RUPS Tahun Buku 2025, Bertransformasi di Tengah Fluktuasi
-
Purbaya Hapus Kebijakan Tax Amnesty Sri Mulyani, Bahaya untuk Pegawai Pajak