PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Pasca keluar dari permasalahan krisis sampah pada tahun 2017-2018, kini Kabupaten Banyumas menjadi salah satu wilayah yang sukses mengelola sampah berkat Pusat Daur Ulang (PDU) yang berdiri di 29 lokasi dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berbasis lingkungan.
Sampah organik dipilah untuk dijadikan pakan maggot. Sedangkan sampah anorganik diolah menjadi berbagai macam produk, seperti bahan bakar pabrik semen, paving blok, dan lainnya.
Dari keberhasilannya itu, banyak daerah yang belajar tata kelola sampah. Tak hanya itu, bahkan sejumlah negara belajar pengelolan sampah dari Kabupaten Banyumas.
Hal itu dipaparkan Dirjen Pengelolaan Limbah, Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati usai talkshow 'Zero Waste and Zero Emission Indonesia' dalam rangka pemperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPNS) 2023 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (15/2/2023).
"Banyumas luar biasa, salah satu daerah terbaik pengelolaan sampah. Di sini bisa lepas dari krisis sampah hingga dapat mengelola sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis," katanya.
Ada beberapa negara yang tertarik setelah pengelolaan sampah di Banyumas diperkenalkan ke luar negeri pada saat gelaran COP27 yang berlangsung di Mesir pada akhir tahun lalu.
"Suksesnya Kabupaten Banyumas ini kami bawa ke berbagai daerah. Bahkan terakhir kemarin di gelaran COP27, Mesir dan Thailand untuk PBB tertarik untuk belajar dari Kabupaten Banyumas," terangnya.
Berbagai terobosan yang dilakukan Kabupaten Banyumas mendapat atensi dari Kementerian LHK. Terlebih dalam pengelolaan sampah ini melibatkan kelompok swadaya masyarakat (KSM).
Dari situ, banyak dari berbagai daerah melakukan kunjungan ke Banyumas untuk belajar dan mengamati langsung pengelolaan di berbagai TPA.
Baca Juga: Dengar Tren Anak Muda Nikah di KUA, Menag Yaqut: Itu Sangat Luar Biasa
"Cara ini kami rekomendasikan agar bisa direplikasi dalam skala ibu kota kecamatan di berbagai daerah. Kami sudah buat rantai nilai pengelolaan sampah, bagaimana mengelola sampah dari sumbernya," jelasnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho yang turut hadir dalam talkshow tersebut menjelaskan pihaknya secara riil telah memberikan suport terhadap pengelolaan sampah di Banyumas.
"Kami secara nyata sudah memberikan dukungan program ini. Salah satunya KSM Sumber Rejeki di Sumpiuh dalam bentuk peralatan, upskilling, dan pendampingan. Ada 29 anggota KSM yang mendapat peningkatan pendapatan Rp 1 juta sampai Rp 1,3 juta per bulan dari mengelola sampah," ujarnya singkat.
Selain kegiatan talkshow, sebelumnya juga dilaksanakan Gowes Peduli Sampah sebagai rangkaian aksi Jelajah Bersih Negeri 2023 dengan rute start Alun-alun Purwokerto dan Finish di Auditorium Graha Widyatama Unsoed.***
Berita Terkait
-
Harga BBM Pertamina Naik Lagi per Hari Ini
-
Emak-emak Baca Ya, Pemerintah Belum Batasi Beli LPG 3 Kg, Tapi Masih Pendaftaran
-
Hari Kasih Sayang, Polantas Polresta Banyumas Bagikan Coklat dan Helm ke Anak yang Tertib Lalu Lintas
-
Throwback Crime Story: Kisah Rio Martil si Jagal Sadis di Depan Regu Tembak
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Sambut Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko BRImo di Tol JakartaJawa
-
Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Pertimbangkan ASN WFA dan Sekolah Daring
-
Penolakan Demiane Agustien Bela Timnas Indonesia, Kelak Bakal seperti Emil Audero?
-
Mudik Lebaran 2026 Lebih Nyaman, BRI Hadirkan Posko BRImo di 5 Rest Area
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Tak Berkutik! Ini Wajah Komplotan Sadis Penyekap dan Penyiksa Lansia di Cileungsi Bogor
-
Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Tahap II Rp136 Miliar Untuk Korban Bencana di Sumatera
-
BRI Dirikan Posko Mudik BRImo di 5 Rest Area Tol JakartaJawa untuk Lebaran 2026
-
FFI Umumkan Daftar 19 Pemain untuk Persiapan Piala AFF Futsal 2026
-
Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa