/
Rabu, 15 Februari 2023 | 16:54 WIB
Talk show hari peduli sampah nasional di Widyagraha Unsoed Purwokerto, Rabu 15 Februari 2023. (Istimewa)

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Pasca keluar dari permasalahan krisis sampah pada tahun 2017-2018, kini Kabupaten Banyumas menjadi salah satu wilayah yang sukses mengelola sampah berkat Pusat Daur Ulang (PDU) yang berdiri di 29 lokasi dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berbasis lingkungan.

Sampah organik dipilah untuk dijadikan pakan maggot. Sedangkan sampah anorganik diolah menjadi berbagai macam produk, seperti bahan bakar pabrik semen, paving blok, dan lainnya.

Dari keberhasilannya itu, banyak daerah yang belajar tata kelola sampah. Tak hanya itu, bahkan sejumlah negara belajar pengelolan sampah dari Kabupaten Banyumas.

Hal itu dipaparkan Dirjen Pengelolaan Limbah, Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati usai talkshow 'Zero Waste and Zero Emission Indonesia' dalam rangka pemperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPNS) 2023 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (15/2/2023).

"Banyumas luar biasa, salah satu daerah terbaik pengelolaan sampah. Di sini bisa lepas dari krisis sampah hingga dapat mengelola sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis," katanya.

Ada beberapa negara yang tertarik setelah pengelolaan sampah di Banyumas diperkenalkan ke luar negeri pada saat gelaran COP27 yang berlangsung di Mesir pada akhir tahun lalu.

"Suksesnya Kabupaten Banyumas ini kami bawa ke berbagai daerah. Bahkan terakhir kemarin di gelaran COP27, Mesir dan Thailand untuk PBB tertarik untuk belajar dari Kabupaten Banyumas," terangnya.

Berbagai terobosan yang dilakukan Kabupaten Banyumas mendapat atensi dari Kementerian LHK. Terlebih dalam pengelolaan sampah ini melibatkan kelompok swadaya masyarakat (KSM).

Dari situ, banyak dari berbagai daerah melakukan kunjungan ke Banyumas untuk belajar dan mengamati langsung pengelolaan di berbagai TPA.

Baca Juga: Dengar Tren Anak Muda Nikah di KUA, Menag Yaqut: Itu Sangat Luar Biasa

"Cara ini kami rekomendasikan agar bisa direplikasi dalam skala ibu kota kecamatan di berbagai daerah. Kami sudah buat rantai nilai pengelolaan sampah, bagaimana mengelola sampah dari sumbernya," jelasnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho yang turut hadir dalam talkshow tersebut menjelaskan pihaknya secara riil telah memberikan suport terhadap pengelolaan sampah di Banyumas.

"Kami secara nyata sudah memberikan dukungan program ini. Salah satunya KSM Sumber Rejeki di Sumpiuh dalam bentuk peralatan, upskilling, dan pendampingan. Ada 29 anggota KSM yang mendapat peningkatan pendapatan Rp 1 juta sampai Rp 1,3 juta per bulan dari mengelola sampah," ujarnya singkat.

Selain kegiatan talkshow, sebelumnya juga dilaksanakan Gowes Peduli Sampah sebagai rangkaian aksi Jelajah Bersih Negeri 2023 dengan rute start Alun-alun Purwokerto dan Finish di Auditorium Graha Widyatama Unsoed.***

Load More