PURWOKERTO.SUARA.COM – Hari Keadilan Sosial Sedunia atau World Day of Social Justice akan diperingati setiap tanggal 20 Februari setiap tahunnya.
Hari ini dirayakan untuk mempromosikan prinsip-prinsip keadilan sosial, mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta memperjuangkan hak asasi manusia bagi semua orang.
Dikutip dari Organisasi Buruh Internasional di laman ilo.org sejarah Hari Keadilan Sosial Sedunia bermula dari konferensi dunia yang diadakan di Jenewa pada tahun 2000.
Kala itu Organisasi Buruh Internasional (ILO), sebuah badan PBB yang fokus pada isu-isu ketenagakerjaan dan keadilan sosial.
Konferensi tersebut membahas isu-isu ketidakadilan sosial di seluruh dunia, seperti kesenjangan pendapatan, ketidaksetaraan gender, dan pelanggaran hak asasi manusia.
Pada akhir konferensi, para delegasi dari 178 negara anggota ILO menyetujui untuk memperingati Hari Keadilan Sosial Sedunia setiap tahunnya pada tanggal 20 Februari.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan global dalam mengatasi ketidakadilan sosial dan mempromosikan keadilan sosial bagi semua orang.
Sejak saat itu, Hari Keadilan Sosial Sedunia telah menjadi perayaan global yang diakui oleh PBB dan diadakan setiap tahun di seluruh dunia.
Setiap tahunnya, tema yang berbeda dipilih untuk mempromosikan isu-isu keadilan sosial yang relevan dengan situasi global saat itu.
Baca Juga: Serundeng, Makanan 'Ndeso' di Purbalingga Diekspor ke Amerika
Beberapa contoh tema yang pernah dipilih untuk Hari Keadilan Sosial Sedunia adalah "Mempromosikan Kesetaraan Gender untuk Mencapai Keadilan Sosial, Pembangunan Sosial yang Berkelanjutan.
Lalu mempercepat Penghapusan Kemiskinan dan upaya untuk Keadilan Sosial dalam Ekonomi dengan peringatan Hari Keadilan Sosial Sedunia setiap tahunnya.
Upaya itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan global dalam mengatasi ketidakadilan sosial dan memperjuangkan hak asasi manusia bagi semua orang.
Tidak cukup disitu upaya yang dilakukan ialah dengan mendorong terciptanya dunia yang lebih adil dan merata bagi seluruh manusia.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia
-
Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?
-
Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang
-
Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026
-
Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos
-
Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru