PURWOKERTO.SUARA.COM, Nasib Asib Ali, warga negara India yang lamarannya ditolak oleh keluarga kekasih di Kabupaten Wajo sungguh malang. Di tengah kondisi mentalnya yang drop, tidak terlihat ada yang memerhatikan nasibnya.
Ali yang datang sendiri ke Indonesia tidak punya keluarga maupun sanak saudara di tanah air.
Satu-satunya yang ia harap bisa menyambut dan menampungnya selama di Indonesia tentunya keluarga kekasih.
Namun harapan itu pupus. Lamarannya ditolak dengan alasan sang pujaan hati sudah dilamar orang lain. Ia bukan hanya kehilangan cinta, namun juga materi.
Termasuk ongkos perjalanan dari India ke Indonesia. Meski kisahnya viral, nasib Ali ternyata tak terperhatikan.
Beruntung, warga Pakistan yang telah berdomisili di Indonesia, Akash Ellahi menaruh empati hingga peduli dengan nasibnya. Akash dikenal sebagai influencer selebgram, Tiktoker dan Youtuber dengan akun @akashellahi.
Ia sepertinya bisa merasakan betul bagaimana berada di negara orang tanpa ada yang kenal. Terlebih di tengah kondisi mentalnya yang terpuruk. Tentu berat yang dirasakan Ali.
Ia pun berusaha mencari tahu keberadaan warga tetangga negaranya itu. Hingga ia menggelar sayembara ke warganet untuk menemukan kontaknya.
"Sesuai janji saya, saya kasih Rp 500 ribu buat yang kasih saya kontak Ali, " katanya
Akashi Elahi langsung menelepon Asib Ali untuk melacak keberadaannya dan mengetahui kondisi terakhirnya.
Ali akhirnya mengangkat telepon Akashi. Ia pun sempat menceritakan bagaimana ia sampai ke Makasar menemui kekasihnya.
Kepada Akashi, Ali yang terbang dari India mengaku mulanya diberi alamat sangat pujaan. Sesampai di Makasar, ia kemudian menyewa sebuah mobil untuk mengantarnya ke alamat kekasih.
Namun bak petir menggelegar. Jauh-jauh dari India, lamarannya ditolak oleh keluarga perempuan.
Ali mengaku syok dengan kejadian itu. Setelah peristiwa pahit itu, Ali mengaku tidur di bandara selama tiga hari. Sampai di hari ke empat, ia bahkan mengaku tak makan.
"Karena depresi dia gak makan 4 hari, cuma minum air, " katanya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis