PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Acara literasi digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di lapangan Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas sampai pada puncaknya hari Minggu 26 Februari 2023. Pada acara nonton bareng ini, dibahas tema aktual yaitu "Waspada Terhadap Pinjaman Online Ilegal".
Pinjaman online ilegal kerap merugikan masyarakat karena tidak jelas pertanggungjawabannya serta meresahkan.
Panitia penyelenggara yang bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika menghadirkan narasumber dari latar belakang yang berbeda.
Di antaranya Karsam, Kasi Kesejahteraan pemerintah Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen, Bima Setyo Aji dari unsur seniman, serta Fiskal Purbawan selaku Wakil Kordinator Mafindo Semarang Raya. Secara garis besar para narasumber berdiskusi seputar pinjaman online.
"Saya mengimbau para pengguna aplikasi digital terutama pinjaman online ilegal yang tidak jelas pertanggungjawabannya, khususnya di wilayah Kabupaten Banyumas," kata Fiskal Purbawan.
Pinjaman online ilegal banyak yang menjebak calon nasabahnya. Semua itu karena saking mudahnya mengakses aplikasi pinjaman online. Untuk itu masyarakat harus lebih bijak dan lebih teliti jika hendak menggunakan jasa pinjaman online.
Yang harus diperhatikan sebelum menggunakan jasa pinjaman online yaitu Iisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Harus yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dan resmi dalam naungan OJK, lembaga resmi pemerintah yang mengawasi perkreditan dari perbankan," ujarnya.
Fredy menjelaskan, dengan menitik beratkan diskusi pada teknologi digital, khususnya fintek, ia berharap masyarakat bisa terliterasi sehingga tidak menjadi korban pinjaman online ilegal.
"Semoga acara kali ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan tentang literasi digital khususnya masyarakat Banyumas," ucapnya.
Baca Juga: Thomas Doll Ngamuk Persija Ditahan Madura United, Sebut Lini Serang Tak Punya Kualitas
Masyarakat diimbau memahami teknologi digital dalam bidang keuangan sehingga tidak terjebak atau salah dalam pemanfaatannya. Sebab, sudah banyak masyarakat terjebak aplikasi pinjaman online ilegal yang tidak bertanggungjawab.
Pada puncak acara, pengunjung dihibur dengan pementasan wayang kulit klasik kreasi dalang Banyumas yang menampilkan duet Ki Dalang Kukuh Bayu Aji dan Ki Bima Setyo Aji. Sajian wayang kulit juga sebagai upaya melestarikan seni budaya bangsa.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi