PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Perkembangan teknologi semakin canggih dari zaman ke zaman. Dampak perkembangan teknologi kini dirasakan masyarakat lintas generasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk seni budaya.
Perkembangan teknologi harus diikuti kesiapan masyarakat dalam pemanfaatan untuk membantu aktivitas sehari-hari. Untuk itu Kementrian Komunikasi dan Informatika menggelar literasi digital di Desa Prigi, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga pada Jumat, 4 Maret 2023.
Kegiatan yang menghadirkan tiga narasumber ini mengangkat tema "Peran Budaya dan Seni Dalam Perkembangan Teknologi". Tema ini dipilih karena perkembangan teknologi saat ini sangat berpengaruh ke semua sistem yang ada di kehidupan masyarakat.
Kenapa kali ini mengangkat tema peran budaya dan seni menjadi pembahasan yang utama tak lain agar masyarakat lebih memahami bahwa budaya dan seni tidak bisa terpisah dari kehidupan masyarakat.
Hal itu diungkapkan oleh Fidya Laela Sari selaku narasumber dari Mafindo. Ia memaparkan peran budaya dan seni di era digital sangatlah penting karena budaya norma dan seni adalah salah satu sasaran pemanfaatan teknologi.
"Terbentuknya sebuah sistem tidak bisa terpisah, apa lagi negara kita negara bhineka yang terbentuk dari berbagai suku serta adat istiadat namun menjadi sebuah kesatuan yaitu Indonesia," ujarnya.
Joko Susilo, narasumber lainya menyampaikan peran seni budaya sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan di kehidupan bermasyarakat, khususnya masyarakat Desa Prigi, umumnya Kabupaten Purbalingga.
Teknologi digital saat ini juga menjadi media perkembangan budaya serta seni. Untuk itu peran budaya dan seni merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Untuk itu dengan pengenalan perkembangan era digital kali ini segenap panitia berharap semua lapisan masyarakat yang ada di Desa Prigi agar lebih memahami budaya dan seni baik budaya masyarakat setempat atau pun budaya era modern.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ma'ruf Amin Perintahkan Polri Segera Adili Megawati, Benarkah?
"Begitu pula seni tradisional yang ada di masyarakat karena dengan norma budaya dan seni, masyarakat lebih menghargai budaya bangsa sendiri sehingga akan tumbuh nilai kebangsaan serta kebhinekaan," ujarnya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Area Rumah yang Harus Diperiksa Usai Mudik Lebaran Agar Tetap Aman dan Nyaman Dihuni
-
Dea Annisa Rela Tunda Nikah Demi Jadi Tulang Punggung Keluarga dan Biayai Pendidikan Adik
-
Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan
-
Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran
-
Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat
-
Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat
-
Tips Mengatasi Toren Air Kotor Setelah Lama Tidak Dipakai dengan Aman dan Mudah
-
PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H
-
5 Mobil Listrik 7 Seater yang Tak Galak ke Pemula dan Punya Fitur Melimpah
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara