PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN- Memasuki musim panen padi, para petani diimbau waspada saat menjemur gabah. Jangan sampai padi yang ditunggu hasilnya berbulan-bulan justru diambil pencuri karena kurangnya waspada.
Melalui patroli Bhabinkamtibmas, Polres Kebumen mengimbau para petani untuk menyimpan gabahnya di rumah saat malam hari.
Kali ini petugas menyambangi para petani Desa Candimulyo, Kecamatan Kebumen untuk membawa pulang gabah saat malam hari meski gabah belum kering, Munggu (12/3).
"Banyak kasus pencurian gabah terutama saat dijemur. Biasanya terjadi pada malam hari. Gabah ini diambil pencuri, karena petani menganggap aman saat digeletakan di pinggir jalan terutama malam hari," jelas Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas AKP Heru Sanyoto.
Menurut AKP Heru, proses penjemuran gabah yang membutuhkan waktu beberapa hari kadang membuat petani lengah, dan membiarkan tetap di pinggir jalan saat malam hari.
Para petani mengambil jalan praktis membiarkan gabah yang belum kering sampai malam di jalan. Ini karena pada pagi harinya gabah akan dijemur kembali. Hal ini tentu akan mengundang niat jahat.
Pada beberapa kasus, para pencuri yang melintas tempat penjemuran padi, dengan mudah mengangkut gabah yang sedang dijemur pemiliknya.
Bahkan beberapa catatan Polres Kebumen, para kawanan pencuri hanya butuh waktu sebentar untuk mencuri gabah yang sedang dijemur.
Mereka mengambil gabah yang bertebaran di tepi jalan. Pelaku pencurian juga dinilai sangat paham dengan situasi petani, kapan para petani ini lengah.
Baca Juga: Jadwal Big Match Liga 1 Sore Ini, Persebaya Surabaya vs Persib Bandung
"Sehingga untuk amannya, saat malam, baiknya gabah disimpan di rumah saja," imbuh AKP Heru.
Suwarti salah satu petani yang sedang menjemur gabah menyambut baik imbauan dari petugas Bhabinkamtibmas.
"Iya Pak, kami setuju sekali dengan adanya patroli ini. Bapak langsung mengingatkan ke warga yang sedang menjemur gabah," kata Suwarti kepada petugas patroli.
Menurut Suwarti, padi atau gabah yang siap panen membutuhkan proses panjang, mulai dari menebar benih hingga proses pupuk serta perawatan lainnya agar tanaman tetap sehat.
Sehingga jika karena kurangnya waspada, lantas hasil panen dicuri karena lengahnya warga harus diminimalisir.
"Iya Pak, nanti malam gabah ini saya masukkan ke rumah. Kemungkinan hari ini gabah bisa kering," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jadwal Big Match Liga 1 Sore Ini, Persebaya Surabaya vs Persib Bandung
-
Hanya Warga Blora yang Berani? Pilih Tempat Becek untuk Menyambut Presiden Jokowi
-
Link Live Streaming Persita vs PSM Makassar Sore Ini, Lengkap dengan Prediksi Susunan Pemain
-
Mitigasi Bencana jadi Perhatian untuk Korban Bencana Erupsi Merapi
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!