PURWOKERTO.SUARA.COM, Apakah anda sering dikira berumur lebih tua dibanding usia sebenarnya alias "muka boros'? Eits hati-hati, bisa jadi itu tanda kulit anda mengalami penuaan dini.
Selain faktor pertambahan usia, penuaan dini dapat terjadi jika anda memiliki kebiasaan tertentu. Apa saja itu?
Dokter Klinik Kecantikan Navagreen Semarang, Cicilya Hendryani mengatakan, secara teori penuaan dini terjadi mulai umur 25 tahun ke atas.
Namun kenyataannya, kini para anak muda umur awal 20-an tahun pun mulai mengalami penuaan dini.
Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena beberapa kebiasaan.
Seperti tidak memakai tabir surya (sunblock), konsumsi junkfood, manis, dan banyak pengawetnya.
Selain itu, kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol juga bisa memicu penuaan dini.
“Secara teori, penuaan dini itu terjadi mulai umur 25 tahun, namun kini sudah banyak para anak muda berumur awal 20-an (tahun) yang mengalami penuaan dini, tampak seperti berusia 30-an (tahun),” bebernya
Cicilya menyampaikan beberapa tanda penuaan secara intrinsik dan ekstrinsik. Intrinsik seperti kulit kering, tampak tipis, kendor, dan muncul kerutan halus. Sedangkan secara ekstrinsik seperti kulit tampak kering kasar, kadang pucat kekuning-kuningan, kerut halus dan kerut kasar, flek atau bercak noda hitam, dan kadang muncul tumor pada kulit.
Tanda-tanda penuaan dini itu, tentu saja membuat seseorang menjadi tampak tidak menarik. Padahal tanda-tanda penuaan tersebut dapat dicegah dengan memulai kebiasaan dan perawatan yang tepat.
Baca Juga: Hasil Pantauan Harga Sembako di Pasar Tradisional Purbalingga: Harga Garam Melejit, Minyakita Langka
Cicilya memberikan resep mencegah penuaan dini, antara lain, menerapkan gaya hidup sehat dengan banyak makan buah-buahan, olahraga teratur, memakai payung atau topi atau sunscreen, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, menghindari polutan, serta menghindari stres yang berlebihan.
Gonta-ganti skincare pun bisa menyebabkan penuaan dini. Ia menyarankan agar sebelum memakai skincare, kenali dulu jenis kulitnya. Dan ketika memakai satu merek skincare, harus ditelateni dulu dipakai sampai maksimalnya seperti apa.
Jangan langsung ganti merek skincare baru, karena sekali ganti skincare, kulit akan menyesuaikan kembali. Jika ada efek samping dari skincare segera periksa ke dokter. (Irumacezza)
Sumber : jatengprov.go.id
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik