PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA - Tim Labfor Polda Jawa Tengah menyatakan kematian 12 orang korban pembunuhan dukun pengganda uang Banjarnegara disebabkan potasium sianida. Zat beracun ini ditemukan dalam jazad 12 korban.
Hal ini diungkapkan Polda Jawa Tengah pada Konferensi Pers yang dipimpin Kapolda Jateng, Irjen Ahmad Luthfi di Mapolresta Surakarta pada Kamis sore (6/4/2023).
"Hasil uji 12 barang bukti ke Labfor Polda Jateng dapat dipastikan para korban meninggal karena diracun jenis potasium sianida. Sampai saat ini tim DVI berhasil mengidentifikasi tiga korban dan saat masih terus bekerja," ujar Ahmad Luthfi.
Penyidik telah memastikan ada dua tersangka dalam kasus ini. Pertama Slamet Tohari (46) dan Budi. Kedua tersangka memiliki peran berbeda untuk menjerat korbannya. Slamet berperan sebagai dukun, sedangkan Budi berperan sebagai pembantu dukun.
“Polda Jateng telah bikin posko, sudah ada 17 laporan terkait keluarganya yang hilang. Dan ini sudah saya geser ke Banjarnegara untuk melakukan cek. Baik DNA dan sebagainya,” ujar Kapolda Jateng.
Para tersangka dijerat dengan Pasal UU Pidana 340 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau penjara 20 tahun. Ditambah dengan UU Pidana 338 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Biddokkes Polda Jateng Buka Posko DVI Ante Mortem
Biddokkes Polda Jateng menghadirkan satu Posko Ante Mortem Pengaduan Orang Hilang, Korban dari Mbah Slamet, dukun maut pengganda uang dari Banjarnegara. Posko tersebut hanya berada di satu tempat di Banjarnegara dan saat ini ditambah satu lagi di Biddokkes Polda Jateng.
Posko tersebut untuk menerima laporan, data orang hilang dimana nantinya akan dicocokkan dengan jenazah yang sudah ditemukan dan telah diperiksa.
Baca Juga: Devano Danendra Bebas Lakukan Apa Saja, Iis Dahlia Cuma Larang 2 Hal Ini
Apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota, kiranya dapat menghubungi Posko Ante Mortem baik melalui telepon di (082138578937)atau datang secara langsung.***
Berita Terkait
-
4 Kasus Dukun Pengganda Uang yang Menggemparkan, Terbaru Kasus Mbah Slamet
-
Serial Killer Mbah Slamet: Dukun Pengganda Uang dari Desa Balun Banjarnegara
-
Kronologi 2 Pasutri Asal Pesawaran Mengenal Mbah Slamet Si Dukun Pengganda Uang
-
Blak-blakan! Mbah Slamet Tega Habisi 12 Nyawa Demi Uang dan Bayar Hutang
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Kylian Mbappe Bocorkan Tips Rahasia demi Prancis Juara Piala Dunia 2026
-
Halal Bihalal Bank Sumsel Babel 2026: Perkuat Sinergi dan Bangun Budaya Kerja Positif
-
Kondisi Terkini Jalur Puncak Cianjur - Bogor, Hujan Deras Picu Kabut Tebal
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
5 Fakta Aksi Begal Sadis di Prabumulih: Korban Ditendang hingga Motor Raib
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Keputusan Carlo Ancelotti Coret Neymar Bikin Marah Legenda Brasil