/
Senin, 01 Mei 2023 | 11:49 WIB
Para pemateri pada litera digital Kemenkominfo di Banjarnegara, Minggu 30 April 2023. (Dok. Kemenkominfo)

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA - Kemajuan teknologi digital makin pesat. Kecanggihan teknologi digital memungkinkan seseorang bisa berkomunikasi jarak jauh, termasuk dalam hal perniagaan.

Dengan teknologi digital, jual beli bisa dilakukan secara daring atau online. Proses jual beli tak lagi harus bertatap muka di pasar atau toko secara fisik.

Meski demikian, ada hal-hal yang harus diwaspadai ketika hendak melakukan jual beli online. Pembeli sebagai konsumen harus tahu bagaimana bertransaksi secara aman.

Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar literasi digital agar masyarakat, baik pelaku usaha online maupun konsumen terhindar dari permasalahan jual beli online.

Kegiatan literasi digital kali ini sigelar di lapangan Desa Blimbing, Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Para narasumber memberikan pemahaman dan juga ilmu agar masyarakat aman dalam jual beli online.

Kegiatan literasi digital kali ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Andi Istanto, seorang pemerhati dan aktivis literasi digital Fidya Laelasari, dan Saptono selaku Sekdes Blimbing.

Kegiatan yang digelar malam hari ini mengngkat tema "Waspada terhadap Jual beli Onlline".

Widya menjelaskan, masyarakat sekarang harus jeli dan ekstra hati-hati akan adanaya tawaran jual beli secara online yang marak di media sosial. Kemudahan mengakses media sosial bisa menjadi pintu masuk dalam tindak kejahatan siber.

Sedikit informasi saja di indonesia selama tahun 2017-2021 telah terjadi kasus penipuan sekitar 1.730 kasus. Jika dikalkulasi, peredaran uang dari transaksi daring itu mencapai Rp 18,7 triliun.

Baca Juga: Dirut Gudang Solar Dekat Rumah AKBP Achiruddin Dicari Polda Sumut

Sesuai tujuan dari Kemenkominfo yaitu semakin cakap digital, maka diharapkan masyarakat semakin jeli, semakin pandai dan juga paham dengan kemajuan teknologi digital ini.

Hal ini senada dengan yang disampaikan Andi Istanto, seorang aktivis dan pemerhati masyarakat. Ia memberikan informasi kepada masyarakat untuk bisa lebih berhati-hati dalam bermedia sosial.

"Mungkin kita dalam transaksi masih manual dengan pertemuan tatap muka langsung. Tapi dengan adanya kemajuan digital inilah kita jangan sampai terjebak dengan iming iming-iming ataupun bonus yang akhirnya tidak sesuai dengan harapan kita," ujar dia.

Sementara Saptono, yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris Desa Blimbing, meminta warga masyarakat untuk paham dampak positif dan negatifnya dari jual beli online.

Menurutnya desa adalah titik terkecil tempat untuk bisa memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat agar lebih jeli dan berhati-hati terhadap tawaran ataupun informasi jual beli yang menjanjikan tapi akhirnya tidak sesuai harapan.

Dari awal bulan lalu sampai hari ini, kegiatan dari Kemenkominfo yang langsung dilaksanakan si beberapa titik kabupaten di Jawa Tengah mendapat sambutan yang antusias dari masarakat. Kegiatan ini dinilai memberi manfaat besar bagi masyarakat. 

Load More