/
Senin, 08 Mei 2023 | 15:00 WIB
Simulasi penerimaan dokumen pengajuan Bacaleg DPRD Kabupaten Purbalingga, di Aula KPU Purbalingga, Senin 1Mei 2023. (Afgan)

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana mendaftarkan 50 bakal calon legislatif (Bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga, Senin 8 Mei 2023. Namun demikian, pendaftaran batal karena masalah sistem dan belum mendapat persetujuan DPP PKS.

Di antara 50 Bacaleg PKS yang akan didaftarkan ini ada dua  yang pindah dari partai lain. Mereka antara lain Ernawati dan Andi Pranowo.

"Ada dua yang hijrah dari partai lain, bu Erna dan mas Andi Pranowo," kata Cahyo Susilo, Ketua DPD PKS Kabupaten Purbalingga ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 8 Mei 2023.

Erna semula kader Partai Amanat Nasional (PAN) Purbalingga. Sementara Andi Pranowo punya pengalaman di PAN sebelum pindah ke Partai Golkar PurbaIingga 

Andi tak lama di DPD Golkar PurbaIingga. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Andi mengaku keluar dari Golkar bukan karena kepincut bergabung dengan PKS.

Ia keluar dari Golkar karena posisinya saat itu sebagai amil zakat di LazizMu Purbalingga. Sebagai amil zakat, kata dia, ia tidak diperkenankan berafiliasi dengan partai politik manapun, apalagi sampai menjadi struktur pengurus partai. Sedangkan posisinya di Golkar ketika itu sebagai Wakil Ketua Bidang Media.

Akhirnya, pada Maret 2022 Andi memutuskan keluar dari Golkar. Kemudian pada Oktober 2022, ia mendapat kepercayaan menjadi direktur eksekutif Erhanesia, bagian dari PT Erha, perusahaan milik politisi PKS, Rofik Hananto.

Posisinya sebagai kepercayaan anggota DPR RI membuat Andi mendapat mandat menjadi Bacaleg PKS Purbalingga. Ia maju sebagai Bacaleg dari Dapil 2.

"Jadi (kepindahan dari Golkar) tidak ada motif politik," katanya.***

Baca Juga: Dewas KPK Periksa Pihak Internal soal Dugaan Firli Bahuri Bocorkan Data Korupsi Kementerian ESDM

Load More