PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Minarji memang sudah tak muda lagi. Usianya menginjak 57 tahun. Namun ia masih rutin menyadap nira kelapa di ketinggian puluhan meter.
Ya, Minarji adalah seorang penderes. Ia tinggal di Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.
Pengalamanya menderes sudah puluhan tahun. Namun kali ini ia memang harus beristirahat dari memanjat pohon kelapa, selamanya.
Minarji tewas usai jatuh dari pohon kelapa setinggi 20 meter, Minggu 14 Mei 2023 pagi.
Namun tak seoranpun menyangka nira yang ia sadap hari itu akan menjadi tetes nira terakhir dalam perjalanan kariernya sebagai penderes.
Pada hari nahas itu, seperti biasa, Minarji berpamitan berangkat menderes kepada istrinya, Mirniah, pukul 06.30 WIB.
Satu persatu pohon kelapa ia panjat. Pongkor-pongkor berisi nira kelapa ia raih dan diikat di pinggangnya.
Pongkor baru ia pasang setelah merajang ujung untaian-untaian bunga kelapa yang disatukan. Demikian ia lakukan dari satu pohon kelapa ke pohon kelapa yang lain.
Sampailah pada sebuah pohon kelapa berketinggian 20 meter itu. Di pohon ini, ia tak sampai menyelesaikan tugasnya.
Baca Juga: Kisah Perjalanan Peradaban Naik Kelas
Sebab, belum juga turun, cengkraman tangan Minarja lepas dari batang pohon kelapa yang masih basah diguyur hujan semalam.
Minarja melayang di udara, lalu jatuh bebas ke tanah. Ia yang berasal dari tanah kembali lagi ke tanah.
Dari kejauhan, Ardi Triono (50), warga Desa Candinata, mendengar suara benda jatuh ke tanah. Karena penasaran, ia lantas mencari sumber suara benda jatuh ke tanah itu.
"Ia yang mengecek ke sumber suara mendapati korban dalam posisi tergeletak di bahwa pohon kelapa. Kemudian ia bersama warga lain menolong dengan mengevakuasi korban ke rumahnya," kata Kapolsek Kutasari, AKP Tedy Subiyarsono.
Ardi kemudian menghubungi bidan desa setempat untuk memeriksa Minarji. Saat diperiksa, bidan desa menyimpilkan Minarji sudah meninggal dunia. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kutasari.
Polisi dari Polsek Kutasari dan Inafis Polres Purbalingga yang datang kemudian melakukan pemeriksaan di TKP. Bersama dokter Puskesmas Kutasari melakukan pemeriksaan jenazah korban.
Berita Terkait
-
Kembangkan Melon Hidroponik, Desa Karangpucung Purbalingga Juara Lomba Inovasi TTG
-
Golkar Purbalingga Daftarkan Bacaleg, Optimistis Menang di Pilkada 2024
-
Ratusan Kader Golkar Kawal Pendaftaran Bacaleg, KPU Purbalingga Menguning Seketika
-
Tiga Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang Timpa Rumah Warga Purbalingga
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terkini
-
'Maafkan Saya Opu' Taufan Pawe Ingatkan Syarat Berat Pembentukan Provinsi Luwu Raya
-
Xiaomi Luncurkan Mesin Cuci Pintar 2026: Fitur Canggih Harga Terjangkau
-
Hijrah Total, Fariz RM Klaim Kini Diurus Manajemen Berbasis Syariat
-
Berkah di Hari Fitri: BRI Fasilitasi Mudik Gratis Lewat Program 'Mudik Aman Berbagi'
-
Sahur Jadi Waktu Primetime Belanja Online Warga RI
-
Purbaya Curhat Dimaki Warga TikTok Imbas Rupiah Anjlok
-
AS Diduga Kuat Dalangi Pengeboman Sekolah Dasar Perempuan Iran tapi Trump Berkilah, Ini 5 Faktanya
-
Anak Tantrum Karena Roblox Diblokir? Ini Strategi Agar Orang Tua Hadapi Krisis Digital Anak
-
5 Fakta Kedubes AS Dibom di Oslo, Tiga Bersaudara Ditangkap Polisi
-
Film Tumbal Proyek Rilis Teaser: Menguak Mitos Kelam di Balik Megaproyek