PURWOKERTO.SUARA.COM, Desa Karangpucung Kecamatan Kertanegara dinobatkan menjadi jawara lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi. Inventor Nutrisi AB Mix Sajiva (racikan sendiri), Tri Bowo Pangestika mengaku bersyukur atas capaian tersebut.
Desa Karangpucung yang mewakili Purbalingga berhasil menyabet juara TTG kategori inovasi dengan menyingkirkan beberapa perwakilan Kabupaten/ Kota yang ada di Jawa Tengah dengan produk yang juga bagus.
Menurutnya, prestasi yang dicapai memunculkan konsekuensi positif bagi desanya karena banyak pihak dari luar daerah yang berbondong-bondong datang untuk berbagai kepentingan.
“Kami bersyukur. Sebelum ini pun kami sudah dikenal dan banyak studi banding dari luar daerah tentang melon hidroponik seperti dari Magelang, Jakarta bahkan dari Samarinda,” katanya.
Tidak hanya melon, Kawasan Artansi (Pertanian Terintegrasi) di Karangpucung juga menstimulasi kelompok peternak Sapi, Domba, perikanan, petani muda dan UMKM.
Dampak ekonomi yang dirasakan diharapkan juga mampu mengangkat kesejahteraan warga Desa Karangpucung secara menyeluruh, sehingga berimbas pada sektor lain yang lebih signifikan.
“Semoga ini juga memberikan dampak kesejahteraan secara meluas bagi warga Desa Karangpucung,” ujarnya.
Saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan lomba serupa pada tingkat Nasional yang akan dihelat tidak lama lagi.
Batas maksimal pengiriman proposal yaitu 15 Mei 2023 harus disikapi secara cermat termasuk dengan cepat melakukan evaluasi pada lomba sebelumnya.
Baca Juga: Dikenal Memiliki Rasa yang Kurang Enak, Buah Ini Ternyata Punya Manfaat Baik untuk Kesehatan
Dia optimis akan berbicara banyak di tingkat nasional dan mampu mempersembahkan yang terbaik untuk Purbalingga.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Pemkab Purbalingga, Kecamatan Kertanegara dan Pemdes Karangpucung yang telah banyak membantu. Kami optimistis bisa berbicara banyak pada tingkat nasional,” katanya (irumacezza)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati