PURWOKERTO.SUARA.COM – Lebih dari 15 ribu jemaah haji asal Jawa Timur (Jatim) gelombang pertama tuntas berangkat ke Madinah. Kloter terakhir berangkat pada Rabu (7/6/2023) dari Bandara Juanda.
Husnul Maram Ketua PPIH Embarkasi Surabaya menyebut, pemberangkatan itu sekaligus menutup seluruh kloter jemaah haji gelombang pertama Surabaya-Madinah.
“Besok (Kamis) pemberangkatan gelombang II dimulai. Berarti jemaah terbang dari Surabaya menuju Makkah,” kata Maram dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (7/6/2023).
Maram merinci, total 36 kloter itu terdiri dari 15.984 orang. Sebanyak 15.804 di antaranya merupakan jemaah haji. Sementara sisanya, 180 petugas. Angka itu setara dengan 43 persen dari total 36.983 jemaah.
“Jumlah jemaah usia 65 tahun ke atas ada 4.215 orang. Terdiri dari pria sejumlah 2.165 orang dan wanita sejumlah 2.050 orang. Jemaah haji lansia terbanyak ada pada kloter 6 dengan jumlah 183 orang,” imbuhnya.
Maram juga memaparkan jumlah jemaah dengan kursi roda ada 460 orang. Paling banyak terdapat pada kloter 11, sejumlah 29 orang.
Sementara total jemaah asal Jatim yang meninggal dunia di Madinah ada delapan orang. Terakhir Dimyati jemaah haji kloter 24 asal Tuban yang dinyatakan wafat Senin (5/6/2023).
Dimyati meninggal karena sakit jantung. Berdasarkan keterangan pembimbing ibadah haji kloter 24, Dimyati punya riwayat kolesterol tinggi.
Sementara jemaah yang tertunda keberangkatannya, ada dua orang karena masih dirawat di RSU Haji. Keduanya, jemaah haji kloter 23 asal Bojonegoro serta jemaah haji kloter 33 asal Nganjuk.
Baca Juga: Kasus Tahanan Tewas Penuh Luka, Polresta Banyumas Tetapkan 10 Tahanan Lain Sebagai Tersangka
Asrama Haji Embarkasi Surabaya juga kembali menerima tiga kloter yang masuk. Mulai kloter 37 dari Tulungagung, kloter 38 dari Tulungagung, dan kloter 39 dari Tulungagung dan Gresik.***
Berita Terkait
-
610 Calon Jemaah Haji Purbalingga Siap Berangkat
-
Ketersediaan Sapi Potong di Jatim Capai Satu Juta Ekor : Begini Respon Gubernur Jelang Iduladha
-
Sebelum Armuzna Jemaah Haji Indonesia diminta untuk Jaga Kesehatan : Ada Target Arbain Juga
-
Tak Hanya Masjid, Jemaah Haji di Tanah Suci Juga Bisa Mengunjungi 5 Tempat Ini : Ada Gua Hira Hingga Jabal Rahmah
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli