PURWOKERTO.SUARA.COM – Jemaah haji Indonesia yang sudah berada di Makkah diimbau untuk cerdik mengelola tenaga dan menjaga kesehatan. Sebelum pelaksanaan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) pada 27 Juni mendatang.
Jemaah haji Indonesia yang sebelumnya berada di Madinah, sudah berdatangan ke Tanah Haram mulai 1 Juni 2023 lalu. Berbeda dengan di Madinah, ritual ibadah di Makkah cenderung lebih santai.
dr. Tri Susandhi Juliarto salah satu Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) bidang Kesehatan di Makkah mengatakan jika target ibadah di Madinah dan Makkah itu berbeda. Kalau di Madinah, harinya terbatas semuanya kurang dari sembilan hari
“Juga ada target Arbain, yakni 40 kali salat wajib berjamaah di Masjid Nabawi. Itu membuat jemaah berpacu untuk mencapai target,” katanya dikutip Antara, Senin (5/6/2023)
Situasi ini membuat jemaah memaksakan diri untuk selalu hadir guna menunaikan salat wajib di Masjid Nabawi. Itu yang membuat rangkaian ibadah di Madinah terasa lebih capek. Sebab waktunya memang pendek.
“Petugas kesehatan pun merasakan bagaimana pressure dan tanggung jawab di sana lebih berat,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pamekasan itu.
Sedangkan situasi di Makkah saat ini lebih santai. Sebab ibadah salat fardu tak harus dilakukan di Masjidil Haram. Salat wajib bisa dilaksanakan secara berjemaah di hotel atau masjid terdekat. Guna menghemat energi. Serta memulihkan kondisi jika badan sedang tidak fit.
“Waktu terbaik untuk salat ke Masjidil Haram itu Magrib dan Isya. Di mana cuaca sudah familier. Subuh boleh sekali tempo. Kalau Zuhur dan Asar mungkin di hotel atau ke masjid di dekat hotel,” terang dokter umum di RSUD Mohammad Noer Pamekasan itu.
Ia meminta jemaah haji Indonesia untuk memahami mana ibadah yang menjadi rukun haji dan mana ibadah sunah. Jika ada keterbatasan atau risiko, maka ia berharap jemaah bisa bersikap bijaksana.
Baca Juga: Anak-anak Pelosok Desa Panusupan Purbalingga Dilatih Bisnis Online
“Yang sunah mungkin tidak terlalu dipaksakan. Bukan berarti mengesampingkan. Namun jemaah juga harus mengelola tenaga untuk yang rukun wajibnya haji,” terangnya.
Menurut dr. Tri Susandhi, jemaah haji memiliki waktu beberapa pekan untuk bersiap menghadapi Armuzna pada 27 Juni nanti. Dengan sisa waktu yang ada, ia berharap jemaah bisa menyiapkan fisik, mental, hingga spritual.
“Semua orang mendambakan Arbain di Madinah, tetapi itu masih jauh dari Armuzna. Kalau jemaah habis di awal, maka punya risiko habis di Armuzna,” ungkapnya.***
Berita Terkait
-
4 Manfaat Melihat dan Mendengarkan Kicau Burung bagi Kesehatan Mental : Begini Temuan Penelitian Terbaru
-
Tutorial Pembelian Tiket Laga Indonesia Vs Argentina, Jangan Sampai Kehabisan
-
Pentingnya Mencukupi Kebutuhan Serat Harian, Mulai untuk Pencernaan Hingga Penunjang Metabolisme Tubuh
-
Dampak Positif Andai Joachim Low Jadi Direktur Teknik PSSI
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Melihat Lebih Dekat Teknologi Pembakaran Sampah Jadi Listrik di Tiongkok
-
Bekasi Belajar PLTSa ke China, Siapkan Bantargebang Ikon Pengolahan Sampah Modern
-
Kyrie Irving Datang ke Indonesia Disambut Antusias Freestyle Street Basket Tanah Air
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Kapolres Gowa, Bone, Parepare Hingga Toraja Utara Kena Mutasi
-
Haraku Ramen Samarinda Resmi Dibuka, Halal Mulai Rp25 Ribu
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Prediksi Skor Kolombia vs Portugal: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan
-
Indonesia Sekarat! Amuk Massa di Grahadi dan Meme Kowarso yang Membakar Surabaya