PURWOKERTO.SUARA.COM - Jemaah haji Indonesia diwanti-wanti untuk menjaga kesehatan fisik menjelang puncak ibadah haji. Mereka juga dimbau untuk tidak memaksakan ibadah tarwiyah pada 8 Zulhijah.
Yendra Al Hamidy Kepala Seksi Bimbad Daerah Kerja (Daker) Madinah menjelaskan, ibadah tarwiyah secara fikih memang ada. Rasulullah juga pernah melaksanakan tarwiyah pada 8 Zulhijah.
“Namun, karena jemaah yang luar biasa, tingkat umur yang luar biasa, dan tahun ini jumlah lansia yang juga luar biasa, artinya jangankan dengan jumlah tersebut. Yang normal saja tidak memungkinkan pemerintah memfasilitasinya,” kata Yendra dilansir Antara.
Tarwiyah adalah proses menginapnya jamaah haji di Mina sebelum melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah.
Selama satu malam sebelum tiba puncak ibadah haji itu, jemaah melakukan perenungan akan kebesaran Allah SWT. Berdoa serta berzikir.
Dengan tidak adanya fasilitas pemerintah untuk tarwiyah dan teriknya cuaca di Makkah pada siang sampai sore hari, jamaah diimbau agar tidak memaksakan tarwiyah.
Cuaca yang mencapai 40 derajat celsius itu berisiko mengganggu kesehatan jamaah. Sehingga perlu diantisipasi dengan banyak beristirahat. Serta tidak memaksakan ibadah yang bukan bagian dari rukun haji.
Meskipun demikian, pihaknya meyakini tetap akan ada jemaah haji Indonesia yang menjalankan ibadah tarwiyah. Pemerintah dalam hal ini tidak akan melarangnya.
“Jemaah yang tarwiyah, silakan. Intinya yang sunah silakan dijalankan. Tetapi jangan sampai terjadi yang tidak diinginkan. Karena besoknya akan wukuf di Arafah,” katanya.
Baca Juga: Kapan 1 Dzulhijjah 1444 H dan Hari Raya Idul Adha
Berita Terkait
-
Kapan 1 Dzulhijjah 1444 H dan Hari Raya Idul Adha
-
Layanan PIHK untuk Jemaah Haji Khusus di Madinah Terus Berlangsung, Begini Cara Kemenag RI
-
Pj Bupati Banjarnegara Lepas Calon Jemaah Haji, Ini Pesan yang Disampaikan
-
Pemerintah Sediakan Fasilitas Badal Haji, Siapa Saja Jemaah yang Bisa Manfaatin ? Ini Kata Kemenag RI
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor: Persatuan Adalah Benteng Terakhir Bangsa