PURWOKERTO.SUARA.COM – Warga Banjarnegara mungkin sudah tidak asing lagi dengan kuliner dan tempat nongrong Kopi Kebul.
Yups, Kopi Kebul seakan saat ini menjadi pilihan utama untuk warga Banjarnegara yang ingin nongkrong dengan suasana pedesaan ditengah sawah sambil menyantap makanan ala ndeso.
Kopi Kebul seakan bisa memanjakan lidah anda saat menikmati berbagai menu masakan ala ndeso yang langsung matang dari tungku atau pawon ditempat.
Untuk kamu yang penasaran dengan Kopi Kebul, kenapa dinamakan kebul, karena Kebul atau Ngebul dalam bahasa Jawa artinya “menguap”.
Kebul yang dimaksud adalah ciri khas atau keunikan yang disajikan di Warung Kopi Kebul, yaitu pengunjung bisa merasakan sensasi merokok linthing gratis sembari ngopi.
Selain itu disini, pengunjung juga bisa menikmati rasa tembakau nusantara pilihan yang terjaga kualitasnya.
Kopi Kebul ini menyajikan suasana ndeso dengan hamparan sawah padi dengan bangunan Joglo dan pernak pernik barang antik yang unik dan lawas.
Tidak seperti Joglo pada umumnya, Warung Kopi Kebul ini mengusung konsep Joglo yang sangat sederhana, bahkan bisa dibilang joglo dengan strata bawah atau sudra atau rakyat jelata.
Konsep yang demikian sederhananya itu tidak lain untuk menarik minat pembeli, supaya merasa kembali ke rumah dan betah seperti merasakan berada dirumah sendiri.
Baca Juga: Aksi Bertahan Elkan Baggott Dapat Pujian Usai Bantu Ipswich Town Menang 6-0
Jadi begitu anda masuk ke Kopi Kebul, pemandangan akan membawa anda seakan kembali pada masa lalu.
Joglo Warung Kopi Kebul sendiri merupakan Joglo Banyumasan, selain joglo itu sendiri, Kopi Kebul juga mempunyai serambi di samping depan sebagai tempat alternative pengunjung untuk menyantap makanan.
Kopi Kebul memiliki area parkir yang luas dan nyaman, dengan petugas parkir yang cekatan dan terlatih, jadi kita tidak perlu khawatir akan kendaraan kita saat ditinggal bersantai.
Kopi Kebul juga dilengkapi dengan aula luas ditengah sawah lengkap dengan fasilitas pendukung lainya seperti mushola dan toilet.
Penasaran dengan aneka menu yang disajikan, Kopi Kebul menyediakan menu tradisional seperti nasi jagung, leye (oyek), nasi putih, nasi beras merah, nasi tiwul dengan lauk pepes ikan, pepes jamur, ayam goreng bacem, tahu goreng bacem, urab komplit dengan ikan asin dan sambal, ikan asin.
Selain menu ala ndeso juga disediakan aneka lauk seperti aneka baceman tahu tempe, ikan mujahir, opor ayam kampung, ayam goreng, pecak lele atau lele mangut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Segera Dibuka, Berikut Link SPMB Tingkat SD dan SMP di Pekanbaru
-
Mulut Pedas Zlatan Ibrahimovic Bikin Thierry Henry Melongo saat Siaran Piala Dunia 2026
-
Info Pemadaman Listrik Jogja Hari Ini, Sabtu 20 Juni 2026: Wilayah Gunungkidul Mati Lampu 3 Jam
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Pesta 15 Tahun MAPPA: Banjir Pengumuman Anime Kelas Berat yang Wajib Masuk Daftar Tonton!
-
Hari Laut Sedunia: Ketika Surfing Menjadi Cara Perempuan Merawat Kesehatan Mental
-
Terhempas Jalan Bergelombang, Pemuda Bangkalan Tewas Terseret Truk 200 Meter di Jombang
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Seni, Lari, dan Kuliner: Wajah Baru Pariwisata Lampung dengan Putaran Uang Rp53 Triliun