PURWOKERTO.SUARA.COM Mengenal jejak Islam di Banyumas, tak lengkap kalau tidak singgah di salah satu bangunan bersejarah kota tersebut. Salah satu tempat bersejarah dalam penyebaran Islam di Banyumas adalah Masjid Baitussalam atau lebih dikenal dengan Masjid Saka Tunggal.
Masjid Jami' Baitussalam terletak di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kab. Banyumas atau 28 KM dari alun-alun Purwokerto.
Masjid ini bernama asli Masjid Jami' Baitussalam, namun oleh masyarakat lebih dikenal dengan Masjid Saka Tunggal karena memiliki satu tiang penyangga di ruang utama.
Masjid ini disebut sebagai masjid tertua di Indonesia. Dikutip dari web visitjawatengah.jatengprov.go.id masjid ini didirkan pada tahun 1288 Hijriyah. Masjid ini dibangun pada tahun 1288 H (1871 M) seperti yang tertulis pada Saka Guru (Tiang Utama) masjid tersebut.
Tahun pembuatan masjid ini lebih jelas tertulis pada kitab yang ditinggalkan pendiri masjid ini, yaitu Kyai Mustolih. Sayangnya, kitab tersebut telah hilang bertahun-tahun yang lalu.
Diketahui, Masjid Saka Tunggal didirikan oleh Kiai Mustolih, seorang pendakwah yang tinggal cukup lama tinggal di Desa Cikakak. Lalu, masjid ini digunakan sebagai pusat dakwah Kiai Mustolih.
Dalam tulisan Awaliyah Mudhaffarah bertajuk "Refleksi Budaya Komunitas Islam Aboge Cikakak pada Masjid Saka Tunggal Banyumas" (2017) menyebutkan, masjid ini menggunakan atap sirap kayu.
Selain itu, material dinding masjid awalnya adalah kayu dan anyaman bambu, namun kemudian dilakukan penambahan dinding bata untuk eksterior masjid dengan tujuan preservasi atau pemeliharaan.
Di masjid ini juga ada hutan yang dihuni oleh monyet liar yang berkeliaran di sekitar area. Masyarakat yang datang dapat berinteraksi dengan kawanan monyet ekor panjang yang tinggal di sekitar masjid.
Baca Juga: Lima Sekolah Peraih Adiwiyata di Purbalingga
Masjid yang berada di kaki bukit Cikakak ini menyimpan cerita, sejarah, dan mitos terkait kehidupan penganut Islam Aboge di Banyumas.
Tag
Berita Terkait
-
Hanya 1,4 KM dari Alun-alun Banjarnegara, Rumah Makan Ini Sajikan Menu Tradisional, Memanjakan Lidah Pengunjung
-
Hanya 1 KM dari Alun-alun, Ikon Baru Kota Purwokerto ini Jadi Tempat yang Instagramable
-
Hanya 22 KM dari Alun-alun Purbalingga, Wisata Ini akan Gelar Festival Gunung Slamet Akhir Bulan Ini
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung
-
Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung
-
Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi
-
Lindungi Publik dari Praktik Abal-abal, BNSP Sahkan Lembaga Sertifikasi Sulam Pertama di Indonesia
-
Adhyaksa FC Mulai Latihan Jelang Super League, Siap Ganti Nama dengan Identitas Kalimantan Tengah
-
Belajar dari Bear di Film Obsession: Keinginan yang Tak Pernah Terpuaskan
-
Polri Pastikan Uang Miliaran dan 74 Kg Emas Sitaan Kasus Febrie Adriansyah Asli
-
BGN Era Dadan Nunggak Utang Rp1,6 Triliun Selama Tahun 2025, Waka BGN Minta Maaf
-
Pramono Izinkan ASN DKI Begadang Nonton Final Piala Dunia, Asal Kerja Jangan Kurang
-
Diangkat dari Kisah Nyata Viral, Baby Udon Tayang di Bioskop Mulai 3 September 2026