Tiket masuk kolam renang tengah sawah ini pun masih terjangkau, Rp 10 ribu perorang.
Selain kolam renang, menariknya ada Pasar Rengrang setiap Minggu yang menyediakan aneka jajan atau makanan tradisional.
Keberadaan wahana itu menambah pundi-pundi bagi pengelola dan warga yang bergantung dari sektor pariwisata.
Lapangan kerja dan usaha bertambah luas seiring dengan ramainya tempat wisata. Warga bisa berjualan, hingga menjadi pekerja di tempat wisata maupun tukang parkir.
Layaknya perusahaan yang punya program Coorporate Social Responsibility (CSR), Desa Wisata Dawuhan pun menyisihkan sebagian keuntungan untuk kegiatan sosial.
Misalnya dengan menanggung biaya pemulasaran jenazah warga berupa pembelian kain kafan dan perlengkapan lain.
Lokasi Desa wisata Dawuhan cukup strategis karena berada di sisi jalan raya ruas Karangkobar-Dieng.
Ini juga menjadi jalur alternatif wisatawan menuju Dieng melalui kota Banjarnegara atau Karangkobar.
Desa Wisata Dawuhan bisa akses melalui Kota Banjarnegara ke arah Karangkobar sejauh sekitar 28 kilometer.
Jika dari Candi Arjuna Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur, tempat wisata ini bisa ditempuh sejauh 23 kilometer atau 41 menit.
Tag
Berita Terkait
-
Tikako Banjarnegara Hanya Tiga Jam Dari Purwokerto, Surganya Foto Selfi Wisatawan
-
Hanya 3,5 Km dari Alun-alun Cilacap, Pulau Ini Selamatkan Penduduk Kota dari Hantaman Tsunami 15-22 Meter
-
Berjarak 2,2 Km dari Alun-Alun Tasikmalaya, Pusat Perbelanjaan Ini Selalu Ramai di Akhir Peken: Miliki Wahana Lengkap Permainan Anak
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta