PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Arsantaka adalah sang pemula. Ia memimpin Kabupaten Purbalingga pada awal berdirinya.
Teladanya mengalir dalam alur sejarahnya. Dan kepada anak cucu hingga rakyatnya, ia memberi wasiat tak tertulis. Wasiat itu terkubur dalam, sedalam rentang waktu surutnya hingga hari ini.
Namun wasiat itu digali dan disuguhkan ke publik dalam balutan karya sastra. Wasiat itu dibahasakan dengan apik oleh penulis Agus Sukoco dalam bentuk novel setebal 400 halaman lebih bertajuk "Wasiat Ki Arsantaka".
Buku ini dibedah di Perpustakaan Daerah Purbalingga, Sabtu (23/7/2023) malam. Hadir sebagai pembicara pada bedah buku ini Agus Sukoco selaku pengarang, Gunanto atau Kang Igun yang berkecimpung di bidang sejarah, dan trah Arsantaka HR Bambang Irawan.
Melalui novel ini, Agus Sukoco mengetengahkan tafsir sejarah dari jejak langkah Arsantaka. Arsantaka memimpin pasca pembagian Kadipaten Wirasaba menjadi empat bagian, yaitu Purbalingga, Banyumas Cilacap dan Banjarnegara.
Pasca pembagian wilayah ini, pamor Wirasaba sebagai pusat pemerintahan meredup digantikan Banyumas yang dipimpin Joko Kahiman. Agus curiga ada upaya terencana untuk meredupkan wilayah lain di bawah hegemoni Banyumas.
Di sinilah Agus mengurai kecerdikan sekaligus kebijaksanaan Ki Arsantaka menghadapi hegemoni Banyumas. Ia memindah pusat pemerintahan dari Karanglewas ke Purbalingga setelah diangkat menjadi Bupati.
Ia menolak melanggengkan pengaruh Banyumas di Purbalingga dengan cara memindahkan ibu kota. Namun demikian, sebagai orang Jawa Ki Arsantaka masih mengedepankan kebijaksanaan dengan tetap memakai gelar Dipayuda.
Keberanian Ki Arsantaka merupakan cara menjaga martabat. Keberanian dan kepercayaan diri inilah yang menurut Agus menjadi wasiat Ki Arsantaka. Bahwa masyarakat Purbalingga harus memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk kembali kepada identitas budayanya.
Agus seperti ingin mengembalikan mentalitas manusia Purbalingga sebagai manusia utama yang tak silau ketika memandang Banyumas di seberang Serayu sana. Sebab, Purbalingga adalah awal yang kemudian melahirkan Banyumas.
"Jadi tidak perlu minder," kata dia .
Sementara HR Bambang Irawan, mengungkap nilai-nilai yang diwariskan turun temurun dari leluhurnya, Ki Arsantaka. Ia dan keponakannya, Dyah Hayuning Pratiwi, mengikat janji untuk memipin Purbalingga dengan lurus.
"Minimal menjadi pemimpin yang waras," ujar dia.
Bambang Irawan saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga. Sementara Keponakannya menjabat sebagai Bupati Purbalingga.
Meski kedudukan puncak di Purbalingga ditempati keluarga, Bambang Irawan membantah praktik ini sebagai bagian dari KKN (korupsi kolusi dan nepotisme). Sebab, menurutnya mereka menjabat karena dipilih secara demokratis oleh masyarakat Purbalingga.
Berita Terkait
-
Cuma 2 Km dari Alun-alun Purbalingga, Gudang Ilmu Ini Dibangun dengan Biaya Rp 7,3 Miliar
-
Sekitar 1 Kilometer dari Alun-Alun Purbalingga, Nikmati Kuliner Unik Khas Panginyongan
-
Cuma Berjarak 400 M dari Alun Alun Purbalingga, Cafe Ini Tawarkan Area Open Space dengan Nuansa Tropical Pas Buat Santai
-
Berjarak 850 Meter dari Alun-alun Purbalingga, Ada Mini Soccer Plus Cafe Buat Ngopi Cantik
-
700 Meter dari Alun-alun Purbalingga, Ada Surga Belanjanya Bapak-bapak yang Komplit dan Murah
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung
-
GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026