PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memberikan tali asih kepada 139 pegawai negeri sipil (PNS) yang memasuki masa pensiun.
Mereka mendapat piagam penghargaan, Surat Pemberitahuan Pembayaran THT/Taspen dan Kartu Idenstitas Pensiun PNS.
Pemberian tali asih berlangsung di Pendopo Kabumian, Jumat (28/7/2023). Kepada para PNS yang memasuki masa pensiun, Bupati menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan loyalitas yang diberikan.
Bupati meminta kepada BKPSDM, BPKPD dan PT Taspen, untuk memberikan pelayanan yang prima kepada para pensiunan PNS. Demikian juga kepada Disdukcapil untuk menerbitkan KTP Elektronik dan KK bagi para pensiunan.
"Hal yang patut disyukuri dari bapak/ibu adalah mereka mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik sampai pensiun. Karena ada beberapa PNS yang tidak merasakan indahnya masa purna bakti karena berbagai hal," ujar Bupati.
Meskipun merupakan akhir dari perjalanan karier, pensiun merupakan babak lanjutan untuk mengabdi kepada masyarakat. Bupati berharap mereka tetap bisa memberikan peran dalam membantu masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang positif.
"Pensiun dari PNS bukan berarti bapak/ibu berhenti berkarya. Jiwa pengabdian dalam melayani masyarakat selama menjadi PNS harus terus dipertahankan. Jangan sampai lepas begitu saja. Karena masih banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan untuk kemajuan masyarakat," jelas Bupati.
Bupati menyadari dengan semakin banyaknya PNS yang pensiun, tenaga pemerintahan semakin berkurang karena tidak sebanding dengan jumlah penerimaan PNS yang baru.
"Setidaknya ada 50 sampai 60 PNS di Kebumen yang memasuki masa pensiun setiap bulannya. Ini jelas kita mengalami kekurangan tenaga pemerintah, apalagi sampai saat ini belum ada lagi kebijakan untuk penerimaan PNS," terangnya.
Baca Juga: Breaking News, Jelang Subuh Warga Gumelem Kulon Banjarnegara Dikagetkan Peristiwa Kebakaran Rumah
Untuk itu, Bupati meminta SDM dari PNS yang masih ada agar dimaksimalkan. "Dengan keterbatasan SDM yang kita miliki, pemerintahan ini harus tetap jalan. Karena itu kita harus punya multitasking, punya kemampuan lebih untuk mengerjakan sesuatu yang positif untuk kemajuan pemerintah kabupaten Kebumen," ucapnya.
Kali ini para PNS yang pensiun sebagian besar guru, kemudian pegawai teknis OPD. Yang menarik pelepasan para PNS yang pensiun itu dilaksanakan dengan upacara pedang pora.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik
-
Belajar dari Kasus Ponpes Pati: Ruang Pendidikan Gagal Hadirkan Rasa Aman
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini
-
Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?
-
Upaya Duda Lina Jubaedah Jadikan Bintang Ahli Waris Berakhir Tragis, Hakim Nilai Cacat Formil
-
Kembalinya Mahkota Raja Pajajaran, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Pukau Warga Bogor
-
Ketika Bantuan Pendidikan Tidak Selalu Sampai pada Kebutuhan Anak
-
Realita Kehidupan Dewasa yang Tidak Selalu Indah di Buku Rapijali 3