PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Jika bosan dengan wisata buatan di kota, Banyumas kini punya alternatif wisata alam lain selain Baturraden. Wisata ini bisa ditempuh sekitar 15 Km dari Alun-alun Banyumas.
Wisata di kawasan Desa Limpakuwus, Sumbang, Banyumas ini menawarkan kesejukan udara pegunungan, panorama indah pepohonan hutan, dan kenikmatan kuliner dari kafe yang tersedia.
Wisata ini baru saja diresmikan Bupati Banyumas Achmad Husein, Sabtu 5 Agustus lalu. Jadi masih 'kinyis-kinyis'. Meski demikian, dasilitas yang tersedia sudah lengkap karena sudah soft opening beberapa waktu sebelumnya.
Destinasi wisata baru ini bernama Safari See to Sky. Dari tempat wisata ini bisa langsung memandang langit luas dan hamparan hutan kaki gunung Slamet yang agung.
Lokasinya berada di tengah hutan di jalan penghubung antara Baturraden, Banyumas menuju Serang, Purbalingga. Meski lewat kawasan Baturraden, tetapi secara administratif berada di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang.
Sebelum diresmikan tempat wisata ini sudah melakukan soft opening dan sudah ada beberapa pejabat yang mampir dan merasakan kesejukannya. Salah satunya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Apa sih yang ditawarkan dari Safari See to Sky?
Jelas suasananya yang sejuk dengan dikelilingi pepohonan hutan. Suasana yang demikian juga dilengkapi dengan dua kafe. Kafe pertama adalah adalah Cafe G7 dan Safari Cafe & Resto.
Untuk Safari Cafe & Resto berada di dalam kompleks Safari See to Sky dengan panorama yang memikat. Sejauh mata memandang adalah hutan yang menghijau dan perbukitan. Sesekali kabut juga menutupi pepohonan sehingga suasana menjadi sejuk bahkan dingin.
Baca Juga: Santri Ponpes Minthol Purbalingga Mendunia, Sabet Perunggu di Kontes Robot Internasional IYRC
Sedangkan Cafe 7G berada di seberang jalan Safari See to Sky adalah sebuah kafe yang berada persis di antara rerimbunan pohon. Pengunjung yang datang dipastikan bisa langsung menghirup oksigen yang dihasilkan pepohonan yang menjulang tinggi.
Saat peluncuran, Direktur Utama PT Safari Hutama Alam Wisata Guno Purtopo menjelaskan bahwa salah satu fokus pembangunan di Banyumas adalah pariwisata dan ekonomi kreatif
“Paling penting sebetulnya adalah kolaborasi. Pengembangan wisata tidak bisa sendiri, namun juga harus berbarengan atau kolaborasi dengan kabupaten lainnya. Misalnya wisata di lereng Gunung Slamet, tidak hanya Banyumas, namun bisa dikolaborasikan dengan Purbalingga, Pemalang, Tegal dan Brebes. Ini bisa dilakukan agar wisata bisa berkembang seperti di Jogja, Bali atau Bandung,” ujarnya.
Potensi Banyumas dan sekitarnya harus diangkat. Selain wisata alam, Banyumas mempunyai kultur dan budaya yang khas, berbeda dengan Yogyakarta.
“Ini dapat terus diangkat untuk memajukan pariwisata di Banyumas dan sekitarnya,” katanya.
Dia berharap Safari See to Sky mampu menjadi titik yang lebih serius untuk membangun kebersamaan dalam memajukan pariwisata. Khusus Safari See to Sky, pihaknya akan mengembangkan glamping di lokasi tersebut.
Sementara usai meresmikan destinasi Safari See to Sky, Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan salah satu sektor yang secara cepat mampu mengangkat pendapatan daerah adalah pariwisata.
“Jangan lupa juga ya, jalan dari Baturraden sampai ke sini yang membangun Pak Ganjar. Ke depan, jalan ini akan dilanjutkan pembangunannya ke Serang, Purbalingga,” tuturnya. ***
Berita Terkait
-
Cuma 4,4 Km dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Pusat Perbelanjaan Ini jadi Jujugan Warga Jaktim: Masuk Destinasi Liburan Tengah Kota!
-
Jaraknya 11 Km dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Hotel Termewah di Semarang Ini Miliki Filosofi Arsitektur yang Mendalam: Coba Tebak?
-
Cuma 8,1 Km dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pusat Perbelanjaan Ini Miliki Fasilitas Lengkap: Ada Apa Saja?
-
Jaraknya 26 Km dari Bandara Internasional Juanda, Hotel Mewah Langganan Sultan Ini Miliki Fasilitas Lengkap: Harga Kamarnya Bikin Baper!
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
My Girl: Saat Makeup Menutupi Luka, tapi Tidak dengan Trauma
-
Chef Juna Kritik Karyawan Izin Mendadak karena Anak Sakit, Singgung SDM Indonesia
-
4 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali Super Empuk, Jalan Kaki Seharian Tetap Nyaman
-
Lepas dari Orde Baru, Indonesia Belum Berani Masuk Rumah Demokrasi
-
Manga The Eccentric Doctor of the Moon Flower Kingdom Dapat Adaptasi Anime
-
Djakarta Ennichi 2026 Batal Mendadak, Peserta Luar Kota Terlantar di Perjalanan
-
Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!
-
Realme Buds Air 8 Pro Debut dengan Audio Hi-Res, Baterai Tahan 50 Jam
-
Main ke Solo, Omar Daniel dan Jeremie Moeremans Cerita Makna Film Keluarga Suami Adalah Hama
-
4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut