Pada kemah ini, materi dan lingkungan terintegrasi difasilitasi ketiga profesor bahasa ini melalui pola kegiatan di dalam dan luar ruangan. Seluruh materi dirangkai dalam berbagai topik relevan.
Mulai dari tema mengenal diri sendiri, hari libur/ perayaan besar di Amerika maupun Indonesia beserta tradisinya, menuliskan liburan impian mereka, sampai membuat konsep video iklan komersil, dan masih banyak lagi.
Siswa diberikan wawasan multikultur, toleransi, pembangunan karakter, hingga pengembangan pola pikir. Caranya dengan berlatih membangun logika terstruktur, terjun langsung belajar mengembangkan ide dan cara berpikir kreatif hingga percaya diri mempresentasikannya dengan baik.
Untuk membangun situasi belajar yang kondusif dan menyenangkan dalam kultur internasional seluruh staf dan tim Grand Kanaya Baturraden tempat lokasi ”kemah” digelar selama empat hari ini bahkan diwajibkan terlibat berbahasa Inggris selama berinteraksi dengan ratusan siswa dari kelas tujuh sampai 12 ini.
Program Puhua English Summer Camp 2023 yang didukung penuh Simon Yulianto, General Manager hotel tempat terselenggaranya kegiatan ini mengungkapkan komitmennya pada duni pendidikan.
“Demi mendukung terwujudnya pertumbuhan sumberdaya manusia di Banyumas, Grand Kanaya berkomitmen mendukung penuh setiap kegiatan berbasis pendidikan apalagi penguasaan bahasa asing yang baik bagi putera-puteri daerah dapat membawa dampak besar membawa kemajuan kota ini," tuturnya.***
Berita Terkait
-
AGSI Jawa Tengah Dorong Babad Banyumas Diajukan ke Unesco, Ternyata Ini Alasanya
-
Duduk Perkara Kasus yang Membelit Bambang Irawan, Ketua DPRD Purbalingga
-
Gang Paling Terkenal di Purwokerto, Berani Masuk Berisiko
-
Jaraknya hanya 2 KM dari Universitas Jendral Soedirman Purwokerto, Taman Nongkrong Ini Cozy Banget untuk Meet Up Bareng Kekasih, Bestie atau Sahabat
-
Paska KKN di Banjarnegara, 246 Mahasiswa Unsoed Diserahkan Kembali ke Civitas Akademika
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Hasil Meksiko vs Afsel: Julian Quinones Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2026
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?