PURWOKERTO.SUARA.COM – Pertama di Banjarnegara, SDN 1 Sokanandi (Sokansa) tampilkan karya dan kreasi seni apik semarakkan HUT RI ke 78.
Betapa tidak, halaman SDN 1 Sokanandi yang semula berupa hamparan paving berukuran puluhan meter disulap menjadi karya seni yang kaya edukasi untuk siswa.
Paving-paving tersebut di cat dengan aneka motif menarik, dan kaya warna menghias apik pelataran SD yang berslogan sekolah ramah anak tersebut.
Kepala SDN 1 Sokanandi Sri Handarumi mengatakan, pengecatan paving berawal dari ide untuk mengembangkan lingkungan sekolah agar semakin asri dan nyaman bagi warga sekolah.
“Halaman begitu luas bagaimana caranya untuk memanfaatkan agar menjadinya sarana dan wahana edukasi bagi siswa, maka tercetuslah ide untuk pengecatan paving,” ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, ide tersebut kemudian dituangkan dalam lomba yang diwajibkan bagi seluruh kelas atau rombongan belajar sejumlah 15 rombel.
“Setiap rombel kami berikan petak untuk melukis paving kurang lebih berukuran 7x18 meter yang penempatannya dilakukan secara undian,” lanjut Sri.
Pihaknya juga menjelaskan, proses pengerjaan dan biaya lomba lukis paving tersebut sepenuhnya dilakukan dan dibebankan oleh wali murid masing-masing rombongan belajar.
“Kami berikan waktu maksimal satu minggu proses pengerjaan sebelum akhirnya tim penilai atau yuri melakukan tugasnya pada 15 Agustus 2023 kemarin,” tegasnya.
Baca Juga: Pramuka Karangkobar Banjarnegara Cetak Hatrick Kejuaraan, Begini Tanggapan Ketua Kwartir Rantingnya
Beberapa wali murid bahkan rela mengerjakan lomba tersebut ditengah sengatan matahari kala siang dan dinginnya angin malam hari saat dikerjakan lembur bersama-sama.
Adapun lomba lukis paving tersebut mengambil tema berkarya tanpa batas yang diharapkan seluruh kreasi dapat tertuang dengan maksimal dimedia yang disediakan oleh sekolah.
“Beberapa rombel menampilkan karya yang menarik dan diluar ekspektasi kami, ada yang menggambar ular tangga, permainan, mengenal warna, batik, hewan dll,” ucapnya.
Pihaknya berharap hasil karya tersebut selain menjadi hiasan lingkungan, juga dapat dipergunakan sebagai media pembelajaran siswa sesuai dengan program P5.
“Terima kasih kepada seluruh siswa serta wali murid yang telah bersama-sama mencurahkan karyanya demi memajukan SDN 1 Sokanandi,” pungkasnya.
Setelah dilakukan penilaian oleh tim yuri yang bersal dari pakar seni dan dinas terkait yang membidangi karya seni, terpilih karya dari kelas 3A sebagai juara pertama, disusul kelas 1C sebagai juara kedua dan juara ke tiga diraih oleh kelas 6A.**Alw
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026