PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Masalah pakan masih jadi kendala tersendiri bagi para peternak, tidak kecuali di Kabupaten Banjarnegara.
Terlebih saat kemarau seperti sekarang ini. Pakan hijau semakin sulit didapat karena banyak rumput mati atau kering.
Seperti halnya di Desa Majatengah yang mayoritas penduduknya petani dan peternak.
Petani di desa tersebut merasa masih kesulitan untuk mencari pakan ternak yang memiliki nilai nutrisi tinggi.
Sementara di sisi lain, ada limbah jerami dari hasil pertanian yang cukup melimpah, namun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.
Persoalan ini memantik para peserta program KKN-Tematik UNDIP untuk membantu mencarikan solusi.
Mereka melakukan program kerja peningkatan nutrisi pakan ternak menggunakan limbah jerami padi.
Salah satu peserta program KKN-Tematik UNDIP Albert Martinus Hardjananta menilai, limbah jerami padi hasil pertanian memiliki potensi untuk dijadikan pakan ternak.
"Apabila dilakukan sedikit modifikasi limbah tersebut, maka akan menjadi pakan ternak dengan nutrisi tinggi, " katanya
Ia menjelaskan, proses modifikasi limbah jerami padi menjadi pakan ternak dengan nilai nutrisi tinggi itu disebut “Amoniasi”.
Proses tersebut sebenarnya sudah banyak dilakukan di dunia peternakan guna mengurangi limbah jerami padi hasil pertanian.
Di samping itu, cara tersebut bisa meningkatkan nutrisi pada pakan ternak.
Selain dapat meningkatkan nutrisi pada pakan ternak, proses ini juga dinilai lebih efisien.
"Karena limbah jerami padi yang sudah di amoniasi dinilai memiliki jangka waktu yang panjang untuk proses penyimpanannya, " ujarnya
Jika proses amoniasi ini dapat meningkatkan daya simpan pakan ternak yang memiliki nutrisi tinggi, ini jelas akan menguntungkan bagi peternak.
Tag
Berita Terkait
-
Berjarak 4,6 KM dari Bandara Husein Sastranegara, Mal Ini Punya Tagline Inspiringly Yours, Tempatnya Komunitas Kreatif
-
Cuma 18,5 Km dari Taman Andhang Pangrenan Kota Purwokerto, Destinasi Alam yang Sempat Viral di Kabupaten Banyumas Ini Kondisinya Memprihatinkan!
-
Sekitar 32,9 Km dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Kota Mataram, Mall Terbesar di NTB Ini Selalu jadi Jujugan Wisata Belanja: Ada Apa?
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek