PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Panglima Besar Soedirman di Kabupaten Banjarnegara tetap beroperasi meski debit air menyusut akibat musim kemarau.
Kondisi ini tadak menghalangi operasional sistem kelistrikan Jawa Madura Bali (JAMALI). PLTA Panglima Besar Soedirman di Banjarnegara tetap beroperasi selama musim kemarau. Hal itu dilakukan dengan menyesuaikan debit air saat ini.
"Sesuai dengan pengaturan beban dari PT PLN UP2B. Pengaturan operasi unit menyesuaikan ketersediaan air sebagai energi primer dengan pemantauan inflow ke waduk Panglima Besar kata Nazrul Very, General Menejer PT Indonesia Power, Sabtu (2/9/2023).
Selain sebagai pembangkit, waduk Mrica yang juga berfungsi mengairi irigasi, Nazrul memastikan akan menjaga ketinggian dan ketersediaan air.
"Pengoperasian unit pembangkit dengan tetap menjaga ketinggian muka air waduk sehingga
kebutuhan air untuk irigasi Banjarcahyana selalu terjaga. Koordinasi dengan pihak pihak terkait
selalu dilaksanakan dalam rangka menjaga ketersediaan air dan kesiapan operasi unit," terangnya.
Di sisi lain, kondisi kemarau justru mengurangi volume material yang masuk ke dalam waduk. Sehingga, sedikit mengurangi sedimentasi yang terjadi.
Meski demikian, kondisi sedimen waduk saat ini sudah sangat tinggi. Pihaknya harus tetap melakukan pemeliharaan agar pemanfaatan waduk berumur panjang.
"Pemeliharaan waduk untuk meningkatkan kembali daya tampung waduk tetap berjalan dengan penampung sedimen di beberapa spoilbank. Dengan proses ini diharapkan masa manfaat waduk lebih panjang dan PLTA PB Soedirman sebagai pembangkit Energi Baru Terbarukan tetap bisa
beroperasi," ujarnya.
Dengan beroperasinya unit PLTA yang minim polusi diharapkan bisa mengurangi
beban emisi Pembangkit thermal serta berperan dalam mencegah global warming.
Sebagai langkah pencegahan meningkatnya erosi di daerah hulu sungai, PT. PLN Indonesia Power Mrica PGU melaksanakan konservasi dengan penanaman tanaman keras seperti kopi dan
tanaman peneduhnya.
"Program konservasi ini terintegrasi dengan program ternak kambing perah
yaitu penyediaan pakan kambing dari tanaman peneduh kopi berupa tanaman Kaliandra,
Indigofera dan Kelor," pungkasnya. (Citra Ningsih).
Berita Terkait
-
Kendalikan Harga Beras, Bulog Purwanegara Banjarnegara Gelontorkan Beras Medium ke Pasaran
-
Desa-desa di Banjarnegara Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang
-
Genap 83 Tahun, RSUD Hj Anna Lasmanah Terus Tingkatan Layanan dan Inovasi
-
Berjarak 50 Km dari Pusat Kota Wonosobo, Destinasi Wisata Ini Tawarkan View yang Menyejukan, Berada di Wilayah Perbatasan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km