/
Minggu, 10 September 2023 | 06:51 WIB
Ilustrasi dampak gempa. (Foto: Internet Carl campbell-unplash)

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Gempa bumi dahsyat magnitudo 6,8 mengguncang Maroko pada Jumat malam, 8 September 2023. Gempa ini menewaskan sedikitnya 296 orang, melukai ratusan orang, dan menghancurkan bangunan-bangunan permukiman. Satu di antara yang mengalami gempa ini ialah Bupati Kebumen, Jawa Tengah, Arif Sugiyanto, yang tengah menghadiri The 10th Internasional Conference on UNESCO Global Geopark di Marrakesh, Maroko yang berlangsung 7-9 September 2023.

Gempa yang terjadi tengah malam ini membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. Penduduk kota-kota besar bergegas meninggalkan bangunan untuk menghindari reruntuhan, termasuk Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto.

Menurut US Geological Survey, pusat gempa berada di Pegunungan Atlas Tinggi, 71 km (44 mil) barat daya Marrakesh, pada kedalaman 18,5 km. 

Gempa terjadi pada pukul 23.11 waktu setempat (22.11 GMT). Gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,9 kembali terjadi 19 menit kemudian.

Gempa bumi ini bertepatan dengan acara The 10th Internasional Conference on UNESCO Global Geopark di Marrakesh Maroko 7-9 September 2023. Di mana kegiatan tersebut juga dihadiri delegasi geopark dari Indonesia, termasuk Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto dan rombongan.

Melalui keterangan resminya, Bupati menyampaikan seluruh delegasi geopark dari Indonesia di berbagai daerah turut merasakan getaran yang kencang pada saat gempa terjadi. Bersyukur, semua delegasi dan tamu undangan yang lain selamat. 

"Kami delegasi dari Indonesia menyampaikan bahwa gempa terasa sangat cepat datangnya seperti gemuruh, atau ombak yang sangat besar melalui bawah hotel, barang-barang berjatuhan, dan sebagian tembok rontok, alhamdulilah semua aman, selamat," ujar Bupati, Sabtu (9/9).

Sampai saat ini gempa susulan tutur Bupati masih terasa, dan kerap terjadi. Sebagian pengunjung hotel memilih tidur di area terbuka dekat kolam renang. 

"Adapun kami tetap tidur di kamar. Gempa susulan terjadi beberapa kali dengan intensitas lebih kecil," ujarnya.

Baca Juga: Jember Punya Air Terjun yang Jadi Wisata Bak Surga Tersembunyi, Jaraknya Cuma 35,2 Km dari Stasiun Kota: Coba Tebak?

Ia belum tahu apakah kepulangannya ke Indonesia akan dipercepat. Sebab, ia bersama tamu-tamu dari Indonesia dan negara lain masih harus mengikuti rangkaian Konferensi Internasional ke-10 tentang Geopark Global UNESCO di Maroko.

"Untuk rencana pulang, belum tahu apakah dipercepat atau tidak, masih harus dikoordinasikan dengan penyelenggara," ucapnya.***

Load More