PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Kekeringan yang melanda Kabupaten Banjarnegara membuat PGRI urun tangan. Sepekan terakhir, sejumlah total 30 tangki air bersih disumbangkan oleh PGRI untuk kecamatan yang menderita kekeringan, utamanya di pegunungan kendeng bagian selatan Banjarnegara.
Ketua PGRI Banjarnegara Noor Tamami mengungkapkan, kegiatan ini atas kerjasama yang baik antara anggota PGRI, pengurus, juga PGRI Provinsi.
"Kami sangat dibantu pendanaannya oleh Pak Muhdi selaku ketua PGRI Provinsi, dan juga seluruh pengurus dan anggota PGRI Banjarnegara baik kabupaten maupun kecamatan. Ini sinergi tahunan yang sangat baik," ujar Noor.
Menurut Noor, selain bantuan dari PGRI Kabupaten dan Provinsi, dari PGRI Kecamatan juga ada yang secara mandiri berinisiatif memberikan sumbangan air bersih.
"Kita apresiasi, teman-teman sangat tanggap mana kala ada bencana. Bencana apapun, PGRI menjadi salah satu yang terdepan ikut nyengkuyung," tambah Noor.
Ketua Bidang Usaha dan Kerjasama PGRI Banjarnegara Mahadi menambahkan, untuk kegiatan bantuan air bersih di Desa Duren Kecamatan Pagedongan, pihaknya juga sekaligus meninjau bantuan RTLH.
"Di Duren ini sekaligus kami juga meninjau rumah Pak Rohim, penjaga SDN 1 Duren yang kita beri bantuan pembangunan RTLH, "ujar Mahadi.
Hal senada diungkapkan Ketua PGRI Kecamatan Pagedongan Kamsidi.
Menurutnya, bantuan dari PGRI sangat bermanfaat.
Baca Juga: Janjian dengan Musuh Tapi tak Datang, Geng Motor di Solo Serang dan Bacok Pengendara di Jalan
"Air itu kan kebutuhan pokok. Rumah juga. Rumah yang tadinya tidak layak huni, sekarang sudah layak. Bantuan air bersih juga cukup membantu meskipun kekeringan sepertinya masih lama menunggu musim hujan tiba," ungkap Kamsidi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026