"Jika semua warga Indonesia sejahtera, adil, yang senang adalah kita semua," katanya.
Melanjutkan materi dari Bapak Bagus, narasumber yang kedua yaitu Bapak Muakhor, mulai memaparkan materinya.
"Karena sangat luasnya wilayah Indonesia ini, seringkali menimbulkan sebuah konflik. Kita itu tidak harus menyamakan menjadi satu dengan sebuah perbedaan. Karena kita sudah sangat berbeda, jadi kita tidak mudah untuk bersatu," ucapnya.
Katanya, moderasi beragama ini adalah cara pandang. Moderasi keberagaman adalah sikap dan perilaku yang selalu memposisikan diri di tengah-tengah.
"Salah satu konflik yang sempat terjadi di Indonesia adalah serangan teroris. Contohnya bom Bali, pelakunya adalah orang Islam. Permasalahannya adalah Islamnya terlalu keras atau ekstrim," jelasnya.
"Alasan mereka melakukan penyerangan tersebut, adalah karena mereka tidak menyukai Kristen," lanjut Bapak Muakhor.
Beliau menjelaskan kenapa harus ada moderasi agama, yaitu karena kita hari ini kita masih ada di dunia digital. Jika kita semua tidak mempunyai jiwa moderasi atau di tengah-tengah, kita akan sangat mudah terpengaruh dengan suatu hal, termasuk hoax.
"Nah, keragaman, yang ada itu adalah fitrah. Itu adalah takdir, ini tidak kita minta tapi ini adalah pemberian Tuhan," katanya.
Beliau juga menjelaskan ada 3 alasan mengapa perlunya moderasi agama. Yang pertama adalah esensi kehadiran agama itu menjaga martabat manusia. Lalu yang kedua, manusia bertambah dan beragama. Dan yang ketiga adalah sebagai strategi kebudayaan untuk merawat kebhinekaan.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026
-
4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika
-
Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?
-
DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik
-
Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?
-
7 Makanan untuk Mengatasi Jerawat, Konsumsi Rutin agar Wajah Kembali Sehat
-
Berapa Harga Air Purifier Mini? Cek 4 Pilihan Ratusan Ribu yang Layak Dicoba
-
Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM