- Aksi ketegangan terjadi antara petugas Dishub DKI dan sekelompok pria di Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, pada Kamis (5/2/2026).
- Pemicu awal adalah penertiban kendaraan yang parkir di trotoar, meski diduga ada kesalahpahaman antarpihak terkait.
- Kendaraan yang akan diderek akhirnya tidak jadi diangkut akibat solidaritas rekan sejawat pemilik mobil tersebut.
Suara.com - Aksi ketegangan antara petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dengan sekelompok pria di kawasan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi buah bibir di jagat maya.
Peristiwa yang terekam kamera dan viral di media sosial tersebut terjadi pada hari Kamis (5/2/2026) kemarin.
Kegaduhan ini dipicu oleh upaya penertiban kendaraan yang diduga menyalahgunakan fasilitas trotoar untuk area parkir pribadi.
Namun, terdapat sudut pandang lain mengenai pemicu keributan yang sempat memanaskan suasana di jantung Jakarta Pusat tersebut.
Usman, salah seorang pedagang kaki lima yang berada di lokasi saat kejadian, mengungkapkan bahwa insiden itu bermula dari sebuah diskursus yang tidak tuntas.
"Itu salah paham aja. Sebenernya itu mobil punya karyawan yang kerja di kantor sini. Ya dia pikir parkir di depan kantornya sendiri kan. Orang dari Dishubnya nggak tahu, dipikir ngalangin trotoar," ujarnya kepada Suara.com, Jumat (6/2/2026).
Terbatasnya daya tampung lahan parkir di gedung perkantoran setempat disinyalir menjadi alasan utama para pemilik kendaraan nekat menggunakan bahu jalan atau trotoar.
Usman menjelaskan bahwa area tersebut memang biasa digunakan secara eksklusif oleh para pekerja di lingkungan kantor yang bersangkutan.
"Ya di dalem kan parkirannya kecil. Emang pada suka parkir di situ. Itu juga kalau bukan karyawan kantornya, pada nggak boleh naruh di situ," lanjutnya.
Baca Juga: Besok Dimulai! Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Salemba Tengah, Siap-Siap Ubah Rute Anda
Ketegangan mencapai puncaknya ketika sejumlah orang mendatangi petugas Dishub yang hendak melakukan tindakan penderekan atau pengangkutan kendaraan.
Sosok-sosok yang terlihat bersitegang dengan petugas dalam video viral tersebut rupanya merupakan rekan sejawat dari pemilik mobil yang akan ditertibkan.
"Itu mah temen-temen kantornya, pada ngebelain," tutur Usman sambil terkekeh.
Solidaritas rekan sekantor yang ditunjukkan dalam video rupanya cukup ampuh untuk mengurungkan niat petugas dalam mengamankan kendaraan yang melanggar aturan.
Meski sempat terjadi adu argumen yang sengit, kendaraaan tersebut akhirnya tidak jadi dibawa oleh mobil derek petugas Dishub.
"Ya nggak jadi, orang didemo gitu," canda Usman menutup pembicaraan sembari tertawa.
Berita Terkait
-
Nekat Bongkar Trotoar Tanpa Izin, Pengelola Hotel di Pondok Indah Kena Sanksi
-
Maling Nekat Diduga Bongkar 200 Meter Trotoar Jalan Raya Cilincing Demi Curi Kabel PJU
-
Ada Proyek Pipa PAM Jaya, Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di R.A. KartiniFatmawati Mulai Besok
-
Viral Nenek Curi 16 Potong Pakaian di Tanah Abang, Ketahuan Usai Barang Jatuh dari Balik Gamis
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional