PURWOKERTO.SUARA.COM, BLORA- Jawa Tengah termasuk sentra penghasil sapi potong di Indonesia. Ada beberapa daerah atau kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi produsen sapi terbanyak di Jawa Tengah.
Siapa sangka kabupaten yang dikenal dengan komoditas pohon jatinya ini merupakan penghasil sapi terbesar di Jawa Tengah, dan salah satu yang terbesar di Indonesia.
Itu adalah Kabupaten Blora yang berbatasan dengan Grobogan di bagian baratnya, Rembang dan Pati di bagian utaranya, serta Kabupaten Ngawi Jawa Timur di bagian selatannya, dan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur di bagian timurnya.
Blora merupakan daerah perbukitan pada rangkaian pegunungan kapur utara, serta perbukitan kapur bagian dari pegunungan Kendeng yang membentang dari Semarang hingga Lamongan Jawa Timur.
Sebagian wilayah Blora merupakan kawasan hutan. Dataran rendahnya umumnya berupa areal persawahan, baik tadah hujan maupun irigasi.
Blora termasuk daerah yang rawan krisis air, terutama saat musim kemarau, baik untuk air konsumsi maupun pengairan lahan pertanian.
Namun siapa sangka, Blora memiliki potensi peternakan yang luar biasa. Kabupaten Blora bahkan merupakan kabupaten penghasil sapi terbesar di Jawa Tengah.
Data dari BPS tahun 2018, populasi sapi potong yang dibudidayakan peternak di Blora mencapai 197.868 ekor.
Selain sapi, Blora juga dikenal sebagai penghasil kerbau dengan 1518 ekor pada tahun 2018.
Baca Juga: Jeli Tangkap Potensi Umrah untuk Optimalisasi Bandara JB Soedirman
Sapi yang diternakkan di Blora berjenis beragam, mulai dari jenis PO, Simental, Brahman, Limusin dan lainnya.
Jangan kaget ketika berkunjung ke desa-desa di Blora akan banyak dijumpai kandang sapi dan terdengar suara ternak itu yang kerap meraung.
Rata-rata sapi di daerah ini diberi makan jerami kering karena sulitnya mencari rumput segar terutama saat musim kemarau. Dengan peternakan sapi, perekonomian warga terangkat karena mereka tidak hanya menggantungkan matapencahariannya dengan bertani.
Tag
Berita Terkait
-
32 Km dari Terminal Mendolo Wonosobo, Telaga di Atas Awan Ini Mengering Jadi Daratan
-
Berada di Kaki Gunung Ceremai, The Hidden Paradise Kuningan Ini Bisa Bikin Harimu Berwarna Warni
-
Hanya 35,7 Km dari Stasiun Tegal, Destinasi Alam Ini Tidak Sengaja Terbentuk dari Aktivitas Tambang: Jadi Wisata Tersembunyi di Kota Bahari!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang
-
Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik
-
4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Kota Semakin Panas: Penelitian Ini Tunjukkan Atap Putih Bisa Bantu Turunkan Suhu
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
-
Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih