BANJARNEGARA- Musim kemarau memicu kekeringan di berbagai daerah. Dataran tinggi Dieng pun ikut terimbas kekeringan.
Padahal air sendiri merupakan kebutuhan viral masyarakat khususnya petani kentang di dataran tinggi Dieng.
Seperti umumnya tanaman lain, lahan pertanian kentang petani juga butuh air. Jika tidak mendapat asupan air, tanaman kentang akan mati sehingga menimbulkan kerugian bagi petani.
Berbulan-bulan tidak ada hujan, petani di Dieng menderita. Tanaman terancam mati jika tidak teraliri.
Namun petani diuntungkan dengan adanya telaga-telaga atau danau di Dieng. Gunung Api Dieng adalah gunung api aktif sehingga banyak telaga yang terbentuk akibat proses vulkanik sejak zaman dahulu.
Telaga-telaga itu terisi penuh air ketika musim penghujan. Namun saat kemarau, air telaga otomatis menyusut.
Saat musim hujan, warga tidak terlalu bergantung dengan air telaga. Namun saat kemarau, air telaga warga sangat mengandalkan air telaga.
Seperti terjadi di Telaga Merdada Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Sedianya telaga itu adalah tempat wisata.
Namun oleh warga lebih dimanfaatkan untuk pengairan. Petani mengambil air dari telaga Merdada menggunakan mesin sedot atau pompa.
Baca Juga: Marsdya TNI Kusworo Dilantik Jadi Kabasarnas, Ini Profilnya
Mesin itu dipasang di tepian danau dan disambungkan menggunakan pipa peralon. Jarak lahan warga dengan danau beragam, bahkan sampai berkilo-kilo meter.
Petani keluar modal besar untuk membeli mesin dan pipa yang terhubung ke lahan-lahan warga di atas bukit yang jauh.
Banyaknya petani yang memanfaatkan air telaga membuat telaga itu semakin surut. Telaga Merdada terlihat dangkal dan sebagian permukaan dasarnya sudah tampak menjadi daratan.
Memprihatinkan.
Tag
Berita Terkait
-
Berada di Kaki Gunung Ceremai, The Hidden Paradise Kuningan Ini Bisa Bikin Harimu Berwarna Warni
-
Hanya 35,7 Km dari Stasiun Tegal, Destinasi Alam Ini Tidak Sengaja Terbentuk dari Aktivitas Tambang: Jadi Wisata Tersembunyi di Kota Bahari!
-
Jeli Tangkap Potensi Umrah untuk Optimalisasi Bandara JB Soedirman
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian