PURWOKERTO.SUARA.COM – Menjadi relawan donor darah merupakan panggilan jiwa yang tidak semua orang merasa terpanggil.
Namun siapa sangka, dengan donor darah justru menjadikan gairah dan semangat hidup lebih terasa sekaligus memberikan dampak positif bagi kesehatan diri dan kehidupan sosial.
Salah satunya adalah bagi Ngadiman, pria 60 tahun, warga desa Karangkemiri, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, ini berkeinginan agar setiap langkahnya membawa arti, terutama bagi kemanusiaan.
Bagi Ngadiman, sosok yang akrab dipanggil babeh tersebut, menolong sesama merupakan sebuah panggilan hati yang tidak dapat ditolak.
Dirinya menjawab panggilan itu dengan menjadi pendonor darah sukarela dengan mendonorkan darahnya secara rutin di PMI Kabupaten Banjarnegara.
Bermula pada tahun 1986 silam, saat usianya menginjak 22 tahun, Ngadiman yang bekerja sebagai staff di PMI Kabupaten Banjarnegara, disitulah dia mulai mendonorkan darahnya.
Ngadiman menuturkan, kali pertama dia mendonor darahnya, keringat dingin mengucur deras dan gemetar diseluruh tubuh yang tidak bia di gambarkan dengan kata-kata.
“Tubuh jadi enteng, merasa bugar dan sangat sehat setelah melakukan donor darah, seperti mobil yang di tap olinya" ujarnya.
Sejak saat itu, Ngadiman mulai rutin mendonorkan darahnya, minimal tiga bulan sekali dan mulai menceritakan manfaat donor darah kepada orang lain.
Baca Juga: Staff Ahli Wakil Ketua DPR RI Sapa Ratusan Siswa SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, Ini yang Disampaikan
“Semoga setiap tetes darah yang saya bagikan akan menjadi warisan kebaikan dan menjadikan manfaat untuk sesama yang membutuhkan,” lanjut Ngadiman.
Hingga kini, 37 tahun telah berlalu, tidak terasa Ngadiman sudah 119 kali mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan meski telah purna tugas sebagai staff PMI Banjarnegara.
Namun anehnya siapa sangka, Ngadiman hingga saat ini ternyata masih acap kali ketakutannya terhadap jarum suntik.
Selama puluhan tahun menjadi pendonor darah sukarela, selama itu pula Ngadiman harus melawan takut dan detak yang kian terasa saat melihat jarum suntik.
“Takut jarum masih ada, tapi saya beranikan diri demi untuk kemanusiaan dan menolong saudara kita yang membutuhkan,” tegasnya.
Siapa sangka, berkat rutinitas donor darah tersebut pernah membawanya mendapatkan satya lencana kehormatan dan piagam dari Presiden RI serta Ketua Umum Palang Merah Indonesia atas dedikasi dan pengorbanannya membantu sesama melalui donor darah pada awal tahun 2000 silam.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Duel 'El Clasico' Indonesia Kembali ke Senayan: PSSI Restui Laga Persija vs Persib di GBK
-
Benarkah 5 Pegawai Dishub Palembang Dipecat Usai Ribut Razia Ilegal? Ratu Dewa Buka Suara
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Update Kecelakaan SDN Sukaratu 5: Polisi Tunggu Gelar Perkara, Pengemudi Tidak Ditahan
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Sungai Meluap, Jembatan Penghubung di Cibeber Cianjur Ambruk dan 198 Jiwa Mengungsi